Prof Azyumardi: Pancasila Itu Aktualisasi Islam Wasatiyyah

Pancasila merupakan dasar negara yang bersahabat dengan agama. Maka dari itu, kata Azyumardi, Pancasila dapat diterima seluruh lapisan masyarakat dan membuat demokrasi berjalan lancar.

Rabu, 15 Agus 2018 23:46 WIB

Acara Forum Perdamaian Dunia (World Peace Forum) ke-7 digelar di Jakarta, Selasa (14/8/2018). (Foto: ANTARA/Reno Esnir)

KBR, Jakarta - Cendekiawan muslim Prof Azyumardi Azra menyatakan Pancasila merupakan aktualisasi Islam Wasatiyyah (Islam jalan tengah) di Indonesia di bidang politik.

Staf Khusus Wakil Presiden itu menyampaikan kaitan Pancasila dan Islam Wasatiyyah saat mengisi diskusi "The Middle Path: Implementation in Politics" (Jalan Tengah: Implementasi di Bidang Politik) pada rangkaian acara Forum Perdamaian Dunia (World Peace Forum) ke-7.

"Islam Wasatiyyah itu aktualisasinya dalam bidang politik adalah adopsi Pancasila, penerimaan Pancasila sebagai dasar negara," kata Azyumardi di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu malam (15/8/2018).

Azyumardi mengatan Pancasila merupakan dasar negara yang bersahabat dengan agama. Maka dari itu, kata Azyumardi, Pancasila dapat diterima seluruh lapisan masyarakat dan membuat demokrasi berjalan lancar.

"Karena itulah maka kekerasan dan pemberontakan politik di Indonesia jauh lebih sedikit dibandingkan dengan negara-negara Timur Tengah yang ideologinya boleh dibilang sekuler," lanjut Azyumardi.

Bekas Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu juga menyinggung keberadaan ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, dan lainnya. Menurutnya, organisasi itu tidak sekadar menjadi organisasi Islam saja, melainkan juga memainkan peran di bidang masyarakat sipil (civil society), budaya, dan organisasi pendidikan.

Sebagai civil society, kata Azyumardi, organisasi Islam tersebut memainkan peran penting sebagai mediator dan menjembatani kekuatan antara masyarakat di satu sisi dan negara di sisi lain.

Pertemuan Forum Perdamaian Dunia ke-7 digelar di Jakarta, pada 14 hingga 16 Agustus 2018. Forum Perdamaian Dunia itu mengambil tema Jalan Tengah untuk Peradaban Dunia Baru. Acara itu dihadiri para cendekiawan, pemikir dan perwakilan berbagai agama dari 40 negara. Forum itu digelar untuk mencari solusi atas krisis peradaban global.

Jalan tengah ini, kata Azyumardi Azra, dalam agama islam sejalan dengan prinsip wasatiyyah. Wasatiyyah pada intinya adalah keseimbangan dan bersikap secara proporsional dalam menyelesaikan beragam konflik.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".