Konflik Internal PPP, Kubu Djan Faridz Cari Mediator untuk Islah

Sudah empat tahun PPP terpecah, antara kubu Djan Faridz dengan kubu Romahurmuzy.

Jumat, 10 Agus 2018 20:12 WIB

Pertemuan PPP kubu Djan Faridz dengan Ketua Umum Syarikat Islam Hamdan Zoelva di Jakarta Jumat 10-8-2018. (Foto: KBR/Ryan Suhendra)

KBR, Jakarta - Pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Faridz meminta bantuan empat pihak agar menjadi mediator untuk islah menyelesaikan konflik internal di tubuh PPP.

Empat mediator itu adalah organisasi yang terlibat dalam pendirian PPP, yaitu Syarikat Islam, PBNU, Parmusi dan Perti. Pengurus PPP kubu Djan Faridz, Humprey Djemat berharap empat mediator itu bisa membantu menyelesaikan konflik internal dengan PPP kubu Romahurmuzy.

Kubu Djan Faridz mendatangi kantor Syarikat Islam di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018) sore. Pertemuan tersebut guna mendiskusikan upaya-upaya apa saja guna mencapai islah PPP.

Humprey Djemat mengatakan, pertemuan itu merupakan pertemuan lanjutan setelah sebelumnya mereka berkunjung ke Nahdlatul Ulama.

"Kita mau, bagaimana caranya sekarang mediator dapat menarik pihak Romahurmuziy. Ini tidak mudah, tapi kalau Romahurmuzy punya pemikiran panjang tentang PPP juga, pasti itu akan ketemu," kata Humprey di Kantor Dagang Syarikat Islam, Jum'at (10/8).

Sudah empat tahun PPP terpecah, antara kubu Djan Faridz dengan kubu Romahurmuzy.

Pada November 2016 lalu, Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta menyatakan PPP yang sah adalah kubu Djan Faridz. Namun, pada pertengahan 2017 lalu, Pengadilan Tinggi DKI memenangkan banding dari PPP kubu Romahurmuzy.

Pengadilan Tinggi DKI membatalkan putusan PTUN dan menyatakan PPP yang sah sesuai SK Kementerian Hukum adalah PPP di bawah kepengurusan Romahurmuzy.



Menanggapi konflik itu, Ketua Umum Syarikat Islam Hamdan Zoelva mengatakan, jika perpecahan organisasi sudah terlalu lama, akan sulit untuk disatukan.

"Kalau dalam Islam saja musuhan lebih dari tiga hari tidak boleh, bagaimana jika sudah empat tahun," kata Hamdan.

Namun, ia mengapresiasi inisiatif dari PPP Djan Faridz untuk menggelar rencana pertemuan PPP dengan empat organisasi islam besar pada minggu depan. Pertemuan tersebut akan digelar sebelum PPP kubu Djan Faridz bertemu dengan kubu Romahurmuziy.

Editor: Agus Luqman

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.