Gempa NTB, Pemerintah Hari ini Beri Santunan Bagi Korban Meninggal

Margo menambahkan, Menteri Sosial Idrus Marham akan memberi bantuan uang tunai kepada keluarga korban yang meninggal. Kata Margo, Idrus akan menyambangi korban gempa bersama Presiden Joko Widodo.

Selasa, 07 Agus 2018 07:29 WIB

Sejumlah korban gempa dirawat di tenda di halaman RSUD Kabupaten Lombok Utara di Tanjung, NTB, Senin (6/8). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Kementerian Sosial telah mengirimkan bantuan bagi korban gempa yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat. Direktur Perlindungan Korban Bencana Alam Kementerian Sosial, Margowiyono mengatakan bantuan berupa logistik, tenda, dan selimut telah dikirim ke Lombok Utara yang mengalami guncangan terparah.

Margo menambahkan, hari ini Menteri Sosial Idrus Marham akan memberi bantuan uang tunai kepada keluarga korban yang meninggal. Kata Margo, Idrus akan menyambangi korban gempa bersama Presiden Joko Widodo.

"Mensos memberi santunan bagi ahli waris yang meninggal. Akan diberi bantuan Rp15 juta per-jiwa plus sembako sebanyak 3 ribu seharga Rp250 ribu, jadi total ada Rp750 juta," kata Margo, Senin, (06/08).

Margo melanjutkan, Kementerian Sosial telah mendirikan dapur umum untuk melayani kebutuhan warga terdampak di Lombok Utara. Dalam memberikan bantuan, Kementerian Sosial mengerahkan 100 warga lokal, dan akan mendapat bantuan tenaga dari relawan berbagai daerah.

Selain memberikan bantuan logistik, kata Margo, Kementerian Sosial juga menyediakan layanan psikologi. Dukungan layanan psikologi ini diharapkan mampu menyembuhkan trauma para korban di pengungsian. Menurut Margo, tim psikolog telah disebar di Lombok Utara maupun Lombok Timur.

Hingga  Senin petang,  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat  98 orang tewas, 236 orang luka-luka, ribuan rumah rusak dan ribuan orang mengungsi. Diperkirakan jumlah korban dan kerusakan akibat dampak gempa akan terus bertambah. 

 Editor: Adia Pradana

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.