Denpom Iskandar Muda Sita Kayu Ilegal di Kabupaten Bener Meriah

Kayu yang berasal dari Bener Meriah, Aceh, tersebut akan diseludupkan ke salah satu panglong yang beroperasi di kecamatan Geudong, Kabupaten Aceh Utara.

Rabu, 15 Agus 2018 16:28 WIB

Kayu Ilegal Seberat 50 ton Berhasil Disita dari Tiga Tersangka Sindikat Penebang Ilegal, Rabu, (15/08). (Foto: Erwin Jalaludin)

KBR, Lhokseumawe- Jajaran Detasemen Polisi Militer (Denpom) Iskandar Muda I, menyita sekitar 5 ton kayu hasil perambahan hutan di kawasan Bener Meriah, Aceh, Rabu  (15/08). Kayu ilegalitu   senilai Rp50 juta, disita dari tiga orang tersangka yang bertugas sebagai sopir dan kernet truk pengangkut kayu tersebut.

Komandan Detasmen Polisi Militer (Dandenpom) Iskandar Muda I, Suharto mengatakan, berdasarkan bukti dan keterangan tersangka, sindikat penebang ilegal tersebut tidak melibatkan aparat penegak hukum. Kata dia, sindikat ini murni digerakkan oleh warga sipil.

"Kalau bentuknya ini kayu jenis meureubo, untuk Aceh ini kayu kelas satu. Asal kayunya dari Bener Meriah. Biasanya, setiap sindikat pembalak kayu ilegal melibatkan tentara atau polisi. Namun, ini tentaranya tidak ada dan polisinya tidak ada, jadi ini murni sipil,” jelas Suharto.

Suharto melanjutkan, berdasarkan keterangan tersangka, kayu yang berasal dari Bener Meriah, Aceh, tersebut akan diseludupkan ke salah satu panglong yang beroperasi di kecamatan Geudong, Kabupaten Aceh Utara.

Selanjutnya, ketiga tersangka dan kayu sitaan akan diserahkan kepada  epolisian untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Editor: Adia Puja Pradana 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.