Bupati Kulon Progo: Uji Coba NYIA April 2019

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menyatakan uji coba bandara baru itu diperkirakan sesuai jadwal, pada April 2019.

Senin, 13 Agus 2018 22:17 WIB

Rencana desain Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo, Yogyakarta. (Foto: dpmpt.kulonprogokab.go.id)

KBR, Yogyakarta - Penolakan sejumlah warga di Kecamatan Temon, Kulon Progo tidak memengaruhi pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menyatakan uji coba bandara baru itu diperkirakan sesuai jadwal, pada April 2019. Kondisi tersebut seiring dimulainya proses pengurukan, pemadatan hingga penyelesaian selama delapan bulan ke depan. 

"Mohon doanya. Finishing selesai pada bulan ke-delapan, itu jatuhnya bulan April, tho? Harapannya sudah ada terminal sederhana, sudah ada landasan sehingga sudah bisa dicoba," kata Hasto Wardoyo seusai acara di Kantor Gubernur DIY Komplek Kepatihan, Yogyakarta, Senin (13/8/2018).

Ia mengatakan, sebanyak delapan orang masih tinggal di Masjid Al Hidayah di Dusun Kragon II, Desa Palihan, Kecamatan Temon. Mereka berkeras bertahan meski seluruh rumah milik 32 warga penolak bandara yang tersisa telah dirobohkan. Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo mengklaim dirinya terus berkomunikasi dengan warga tersebut.

"Mereka punya prinsip untuk tetap tinggal. Kami ingin selalu membantu memberikan hak-hak mereka. Kami selalu menawarkan membantu mengurus ganti ruginya. Bagaimana kalau disewakan rumah dulu? Ada yang tidak punya rumah kami tawarkan lewat istrinya untuk rumah magersari gratis," kata dia.


Warga mengamati alat berat yang sedang mengosongkan lahan untuk proyek bandara NYIA di Kulon Progo, Selasa (5/11/2017). (Foto: ANTARA/Andreas Fitri)

Baca juga:

Hingga kini Masjid Al Hidayah masih dipertahankan hingga bandara resmi beroperasi. Hasto menuturkan, masjid itu juga dipakai pekerja konstruksi untuk beribadah selama proses pengerjaan fisik berjalan.

"Setelahnya nanti direlokasi karena di dalam kompleks bandara akan ada masjid juga."

Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik Bandara NYIA dan relokasi warga terdampak, menurutnya Pemkab Kulon Progo melatih warga agar siap bekerja di bandara baru. Sebanyak 600 warga pada tahun ini mendapatkan pelatihan pelbagai ketrampilan. Pemerintah memprioritaskan warga setempat untuk mengikuti pelatihan.

"Tahun depan 1.600 orang lagi dilatih. Ada yang kami latih calon pramugari, aviation, land clearing. Syaratnya tidak harus sarjana, asalkan memenuhi kualifikasi. Memang 80 persen dari Kulon Progo," terang Hasto.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan
Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.