Berliburlah, Niscaya Umur Anda Akan Bertambah Panjang

Mereka yang liburan kurang dari tiga minggu setiap tahun, memiliki 37 persen tingkat kematian dini yang lebih tinggi, dibandingkan dengan mereka yang berlibur lebih dari itu.

Kamis, 30 Agus 2018 12:24 WIB

Liburan dapat memperpanjang umur

KBR - Pola hidup sehat jadi perhatian penting di tengah masyarakat yang sibuk seperti sekarang ini dan dipercaya dapat membuat kita terhindar dari penyakit. Penelitian terbaru membuktikan kalau liburan lah yang justru dapat memperpanjang umur. 

Para peneliti mengungkapkan kalau untuk menghilangkan stres, pola hidup sehat dan olahraga tidak bisa menggantikan liburan. Mereka menyarankan untuk liburan setidaknya selama 3 minggu dalam setahun untuk memperpanjang umur.

"Jangan berpikir memiliki gaya hidup sehat akan memberi kompensasi untuk bekerja terlalu keras dan tidak berlibur," kata Profesor Timo Strandberg, dari Universitas Helsinki di Finlandia, dikutip dari ITV. Menurutnya liburan adalah cara yang baik untuk menghilangkan stress.

Penelitian yang dipresentasikan di European Society of Cardiology, Jerman ini dilakukan selama 40 tahun, sejak tahun 1970. Partisipan yang terlibat sebanyak 1.222, dan merupakan para pebisnis yang lahir antara tahun 1919 hingga 1934. Partisipan yang dipilih juga memiliki risiko gangguan jantung yang disebabkan karena tekanan darah tinggi, rokok, ataupun obesitas. Hasilnya, mereka yang liburan kurang dari tiga minggu setiap tahun, memiliki 37 persen tingkat kematian dini yang lebih tinggi, dibandingkan dengan mereka yang berlibur lebih dari itu.

Setengah dari partisipan diberikan beberapa instruksi untuk menjalani pola hidup sehat, seperti olahraga, makan sehat, dan menjaga berat badan ideal. Namun, pola hidup sehat tersebut lebih memungkinkan partisipan meninggal di usia muda, apalagi jika mereka mengalami stress. Profesor Strandberg mengatakan, seperti dilansir The Times, orang yang mencoba untuk hidup lebih sehat justru akan membuatnya stres. Hal tersebut menurutnya terjadi karena mereka tuntutan yang diberikan, seperti untuk mengurangi berat badan dan berhenti merokok.

Profesor Strandberg juga mengatakan kalau bahaya yang disebabkan oleh kebiasaan gaya hidup intensif lebih terkonsentrasi pada mereka yang memiliki waktu liburan lebih pendek setiap tahunnya.

"Dalam penelitian kami, pria dengan liburan pendek bekerja lebih banyak dan tidur lebih sedikit daripada mereka yang lebih lama liburan," katanya. Dia juga menambahkan, seperti dilansir dari DailyMail kalau perawatan medis juga tetap diperlukan, tapi bersosialisasi merupakan yang paling penting untuk memperpanjang umur.

Professor Joep Perk, juru bicara untuk the European Society of Cardiology juga mengatakan dalam DailyMail kalau ia sering bertanya bertanya pada orang-orang berusia 95 tahun apa alasan mereka dapat mencapai umur 95. Respon yang selalu ia dapatkan adalah ‘Saya menikmati hidup, saya memiliki waktu yang menyenangkan'.

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.