PPATK: Penelusuran Aliran Dana Saracen Rampung Pekan Depan

PPATK masih belum mau membuka berapa kisaran uang yang mengalir ke Saracen

Kamis, 24 Agus 2017 23:17 WIB

Ilustrasi (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) masih menelusuri aliran dana masuk dan ke luar jaringan grup Saracen. Kelompok ini adalah sindikat penyebar konten ujaran kebencian yang pekan ini dibekuk polisi.

Ketua PPATK Kiagus Badaruddin mengatakan, aktivitas keuangan di jaringan tersebut terpantau digunakan untuk berbagai hal dan melibatkan banyak orang. Sehingga lembaganya hingga kini terus menyusun daftar sumber maupun tujuan aliran dana.
 
"Sekarang kan sedang ditelusuri. Sebelumnya kan sudah ditelusuri, jadi mungkin enggak lama lagi lah. Sebagian besar benar itu, bahwa melibatkan banyak pihak, uangnya digunakan untuk berbagai hal. Angka itu bergerak, angka yang pasti, tentunya penelurusan PPATK itu enggak lama lagi sudah selesai," kata Badaruddin kepada KBR, Kamis (24/08/2017).

Baca lainnya:

Namun begitu Badaruddin mengungkapkan belum bisa menyebut kisaran dana jaringan Saracen. Ini karena menurutnya uang yang mengalir terus berubah ke nominal yang lebih besar.

Dia mengatakan, PPATK sudah mulai menelisuri aliran dana sindikat Saracen sebelum polisi meminta pada Jumat pekan lalu. Dia memperkirakan penelusuran ini akan rampung pekan depan.

Editor: Ika Manan 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Film G30S PKI Menuai Kritik, Wiranto: Tidak Mungkin Kita Mengubah Fakta Sejarah

  • Pemkab Karang Asem Bakal Minimalkan Lokasi Pengungsian
  • AS Larang Warganya ke Venezuela, Chad, dan Korea Utara
  • Australia Akan Punya Industri Antariksa