Pilgub Jateng 2018: PPP Wacanakan Koalisi Bangjo Abang Ijo

"Koalisi Abang Ijo bisa menjamin Pilkada tidak menjadi panas. Kalau koalisi berisi satu warna, kami khawatir akan panas. Akan terjadi pengkutuban, polarisasi, antara santri dengan abangan."

Rabu, 23 Agus 2017 14:10 WIB

Ilustrasi. (Foto: kesbangpol.kemendagri.go.id)

KBR, Purwokerto – Partai Persatuan Pembangunan mewacanakan koalisi Abang Ijo (Bangjo) untuk mengadapi pemilihan gubernur Jawa Tengah 2018 mendatang.

Ketua Umum PPP Romahurmuzy mengatakan Koalisi Bangjo merupakan koalisi antara kubu abang (merah) yang mewakili golongan nasionalis dengan kubu ijo (hijau) yang mewakili partai bercitra keagamaan. Jawa Tengah saat ini memang menjadi basis partai beraliran nasionalis yaitu PDI Perjuangan.

Koalisi Bangjo, kata Romahurmuzy, mengatakan koalisi merah-hijau itu bisa meminimalkan konflik politik berlatar belakang Suku Agama Ras dan Adat (SARA).

"Jawa Tengah ini adalah provinsi yang dari waktu ke waktu merupakan daerah yang merupakan daerahnya partai politik beraliran nasionalis. Akan lebih harmonis ini ke depan jika Jawa Tengah ini dipimpin dalam kerangka Koalisi Bangjo, Koalisi Abang Ijo. Karena itu yang menjamin Pilkada tidak menjadi panas. Kalau koalisi berisi satu warna, kami khawatir akan memanaskan situasi. Akan terjadi pengkutuban, polarisasi, antara santri dengan abangan," kata Romahurmuziy, di Purwokerto, Selasa (22/8/2017) petang.

Romahurmuzy mengakui partainya sudah berkomunikasi dengan partai lain untuk berkoalisi mengusung pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023. Namun, karena Jawa Tengah menjadi basis PDI Perjuangan, maka PPP hanya mengincar posisi bakal calon wakil gubernur.

Romahurmuzy mengatakan untuk Pilgub Jawa Tengah PPP menyiapkan tiga kadernya yaitu Ketua DPD PPP Jawa Tengah Akhmad Muqowwam, Bupati Jepara Akhmad Marzuki dan bekas Wakil Bupati Blora Abu Nafi. Tiga orang itu telah menyatakan siap berlaga di Pilgub Jawa Tengah.

Meski begitu, kata Romi, tidak menutup kemungkinan akan muncul nama lain yang berniat maju melalui PPP. Romi mengatakan ada sejumlah nama yang melakukan pendekatan informal kepada tokoh-tokoh sepuh PPP Jawa Tengah untuk maju di Pilgub 2018.

Terkait pemilihan bupati Banyumas yang akan diadakan serentak pada 2018 mendatang, PPP belum memiliki bayangan calon maupun rencana koalisi. Namun, kata Romahurmuzy, tidak menutup kemungkinan PPP akan mengusung calon petahana bupati Banyumasi yang kembali maju melalui kendaraan PDI Perjuangan.

Namun, Romi juga mengatakan tak menutup kemungkinan akan mengusung nama baru. Sebab, PPP menilai Kabupaten Banyumas tak mengalami lonjakan pembangunan yang berarti selama hampir 5 tahun kepemimpinan pasangan bupati dan wakil bupati saat ini. Padahal, menurut dia, Banyumas memiliki potensi untuk melakukan lonjakan.

Romi menambahkan, saat ini, baik PPP DPD Jawa Tengah maupun DPC Banyumas belum membuka pendaftaran balon gubernur dan bupati. PPP masih menunggu waktu yang tepat, sembari membangun koalisi.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.