Penyelundupan Jutaan Ekstasi, Kemenkum HAM Lacak Keterlibatan Petugas LP Nusakambangan

Meski belum ada indikasi, namun tidak tertutup kemungkinan penggunaan telepon satelit atau jaringan komunikasi nirkabel Wi-Fi itu melibatkan petugas lapas.

Jumat, 04 Agus 2017 18:14 WIB

Aparat kepolisian air (Polair) Nusakambangan berpatroli menjaga Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: KBR/Muh Ridlo Susanto)

KBR, Cilacap – Kementerian Hukum dan HAM menyelidiki dugaan keterlibatan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batu, Nusakambangan, di Cilacap Jawa Tengah terkait persekongkolan dengan Aseng.

Aseng merupakan narapidana penghuni Lapas Batu Nusakambangan, yang diyakini menjadi aktor di belakang penyelundupan 1,2 juta butir ekstasi dari Belanda ke Indonesia.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah Ibnu Chuldun mengatakan Aseng diduga menggunakan telepon satelit dari dalam penjara ketika mengendalikan penyelundupan ekstasi dari Belanda. Meski belum ada indikasi, namun tidak tertutup kemungkinan penggunaan telepon satelit atau jaringan komunikasi nirkabel Wi-Fi itu melibatkan petugas lapas.

"Kalau menggunakan jaringan Wi-Fi, berarti ada kerjasama dengan petugas. Wi-Fi kan ada yang pasang, tidak mungkin pasang sendiri. Pasti ada kerjasama dengan petugas. Kita cari, kita lacak nanti. Siapa petugas yang memfasilitasi itu. Tapi sampai sekarang Wi-Fi itu belum ada," kata Ibnu Chuldun, Kamis malam (3/8/2017).

Saat ini Aseng tengah diperiksa Kepolisian Metro Jakarta Raya (Polda Metro Jaya). Menurut Ibnu Chuldun, Aseng dipinjam atau 'dibon' oleh Polda Metro untuk pengembangan lebih lanjut kasus 1,2 juta pil ekstasi itu.

"Posisinya sudah di Polda Metro Jaya sekarang. Pastinya sampai dengan pemeriksaan itu selesai. Nantinya yang berrsangkutan pasti akan dikembalikan ke Nusakambangan," tambah Ibnu Chuldun.

Ibnu Chuldun mengatakan berdasar keterangan Aseng, ponsel yang digunakan dari dalam penjara itu diperoleh dari salah satu teman yang sama-sama menghuni Lapas Batu Nusakambangan. Namun, Ibnu Chuldun mengatakan keterangan itu juga masih perlu diklarifikasi. Sebab, teman sel Aseng tersebut sudah bebas dan masih dicari untuk diminta keterangan.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Jokowi: Bantuan untuk Kabupaten Asmat Terkendala Akses Transportasi

  • Pemikul Sabu 30 Kilogram Divonis 20 Tahun
  • Hari Kelima, Kabut Asap Tebal Landa Hong Kong
  • Federer Lolos ke Perempat Final Australia Terbuka

Presiden Joko Widodo menyerukan agar PR anak-anak sekolah tak hanya urusan menggarap soal. Tapi melakukan hal-hal yang terkait kegiatan sosial dan lingkungan.