Pemulangan 17 WNI Eks-ISIS, Wamenlu: Masih di Irak

"Penjemputan itu kan kita bisa menggunakan orang lain. Tentu adalah penguasa-penguasa yang di wilayah itu, otoritas setempat,"

Jumat, 11 Agus 2017 11:52 WIB

Seorang wanita yang menggunakan kruk yang kerabatnya dituduh militan Negara Islam terlihat di sebuah kamp di Bartella, timur Mosul, Irak, Sabtu (15/7). (Sumber: Antara)

KBR, Jakarta- Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir menyatakan 17 WNI eks-ISIS yang melarikan diri dari Suriah, saat ini berada di wilayah Irak. Ia memastikan mereka dalam kondisi aman. Perwakilan pemerintah di Baghdad terus berupaya menangani proses pemulangan belasan WNI itu.

"Saya harus katakan sementara sudah masuk wilayah Irak. Prosesnya di Irak pun kita kan harus melihat, punya kawasan-kawasan yang khas," kata AM Fachir di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (11/8/2017).

AM Fachir menambahkan, upaya penjemputan WNI banyak terkendala karena rumitnya dinamika di lapangan. Pemerintah juga harus memperhitungkan masalah keamanan para WNI yang berada di wilayah negara lain. Menurutnya, penjemputan bisa dilakukan dengan meminta bantuan otoritas setempat.

"Penjemputan itu kan kita bisa menggunakan orang lain. Tentu adalah penguasa-penguasa yang di wilayah itu, otoritas setempat," ujar dia.

Sebelumnya  17   WNI yang  bergabung dengan ISIS di Raqqa, Suriah,  dilaporkan telah meninggalkan Suriah. Mereka terdiri dari pria, perempuan dan anak.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.