Operasi Pencangkokan Mata Novel Baswedan Tahap I Berhasil

"Saat ini masih sering tidur. Bicara juga masih pelan, sehingga kami kurang jelas mendengarnya. Itu mungkin karena efek biusnya masih kuat."

Kamis, 17 Agus 2017 16:26 WIB

Penyidik KPK Novel Baswedan. (Foto: Twitter KPK @KPK_RI)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Operasi besar terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, dinyatakan telah berhasil. Kakak kandung Novel, Taufik Baswedan menjelaskan, operasi dilakukan hari ini sejak pukul 13.30 waktu setempat, dibantu oleh empat dokter ahli.

Saat ini, kata Taufik, kondisi Novel terus dipantau lantaran dianggap belum stabil.

"Saat ini masih sering tidur. Bicara juga masih pelan, sehingga kami kurang jelas mendengarnya. Itu mungkin karena efek biusnya masih kuat. Kami melihat seperti masih mengalami rasa sakit. Sebab tadi saat minta air, kami kasih setetes saja terasa perih, karena ada bagian dari gigi dan gusinya yang dipotong. Sementara pemulihan dulu hingga seminggu ke depan, jadi harus rawat inap," kata Taufik.

Taufik menambahkan, operasi ini dilakukan untuk memulihkan kondisi mata sebelah kiri milik Novel Baswedan. Tim dokter menggunakan organ artifisial yang didapat dari gusi Novel untuk pencangkokan kornea mata.

Novel mengalami kerusakan terutama di mata kirinya usai terkena serangan air keras pada 11 April 2017. Hingga kini pelaku dan otak teror belum juga terungkap.

Tim dokter terpaksa melakukan operasi cangkok kornea mata dari gigi, karena korena Novel mengalami kerusakan akut dan tidak kunjung memperlihatkan pertumbuhan jaringan. Operasi dilakukan dalam dua tahap, yaitu menumbuhkan jaringan di kornea mata dan pemasangan kornea artifisial.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Pemilihan umum 2019 memang masih satu tahun lagi. Namun hingar bingar mengenai pesta akbar demokrasi m ilik rakyat Indonesia ini sudah mulai terasa saat ini.