Langka, Harga Garam di Cilacap Melambung Hingga 300 Persen

“Sering kehabisan. Kemarin malah beberapa kali pasaran tidak jualan karena tidak ada barang."

Jumat, 11 Agus 2017 12:46 WIB

Peternak memilah telur bebek untuk diasinkan di rumah industri kampung bebek Desa Kebon Sari, Candi, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (22/7). Peternak bebek setempat mengeluhkan naiknya harga garam dari Rp150.000 menjadi Rp400.000 per 50 kilogram. (Foto: Antar

KBR, Cilacap– Harga garam krosok (kiloan) dan bermerk di sejumlah pasar tradisional Cilacap, Jawa Tengah melambung hingga 3 kali lipat.  Pedagang garam di Pasar Karangpucung, Abdullah mengatakan saat ini harga garam krosok sudah mencapai Rp. 11 ribu skala pembelian grosir dan Rp. 12 ribu per kilogram untuk pembelian eceran.

Sementara, garam bermerk harganya mencapai Rp. 85 ribu per pak, atau diecerkan seharga Rp. 10 ribu per kantong seberat 2 ons. Kata dia, harga ini sudah naik tiga kali lipat dibanding harga sebelumnya Rp. 35 ribu per pak sekitar dua bulan lalu.

Selain itu, kata dia, kiriman dari pemasok juga semakin tak menentu. Hal itu mengakibatkan banyak pedagang garam yang kehabisan stok.

“Sering kehabisan. Kemarin malah beberapa kali pasaran tidak jualan karena tidak ada barang. Ada barang sedikit, di situ tidak boleh dihutang. Saya tidak punya uang. Yang memasok orang Gombong, Kebumen. Kadang-kadang, pas  saya tidak ada uang ada barang. Saat saya punya uang, tidak ada barang,” kata Abdullah, Jumat (11/8/2017).

Kelangkaan garam   berimbas pada para pembuat telur asin. Sumadi pembuat telur asin  di Pasar Karangpucung  mengatakan untuk menekan biaya tinggi produksi telur asin,  terpaksa mendaur ulang adonan hingga empat kali. Sumadi mengungkap, biasanya, adonan bahan pengeram telur asin paling banyak dipakai dua kali pengeraman.

Dia menjelaskan, adonan yang sudah dipakai dua kali dijemur hingga kering. Lantas, adonan ini kembali dipakai dengan dicampur sedikit adonan baru dan tambahan garam.
 
Kata dia, kualitas telur asin yang dihasilkan adonan daur ulang ini tak sebagus adonan baru. Tetapi hal itu terpaksa dilakukan agar tak merugi.
 
Pasalnya, pada musim kemarau ini, harga telur bebek di pasaran juga semakin tinggi. Pada musim penghujan harga telur berkisar antara Rp1.700 hingga Rp2.000 per butir. Namun, pada musim kamarau ini naik menjadi Rp2.300 per butir.
 
Sementara, kata Sumadi, harga telur asin siap saji hanya dihargai Rp3000 per butir, atau hanya naik Rp300 per butir dari harga biasanya yang Rp2700 per butir. Ia mengaku sudah berusaha menaikkan harga telur asin Rp3.500 per butir namun tak laku. Ia pun kembali menjual telur asin dengan harga semula.

  Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Moratorium Reklamasi, Menteri Siti : Pulau C dan D Kurang Satu Syarat, Pulau G Dua Syarat

  • Adik Bos First Travel Ikut Jadi Tersangka
  • Penembakan Deiyai, Tujuh Anggota Brimob dan Kapolsek Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan
  • Tuntut Pembatalan Perppu Ormas, Ratusan Orang Demo DPRD Sumut

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR