Divestasi 51 Persen Saham Freeport Tinggal Nego Pajak dan Retribusi Daerah

"Soal Freeport rencananya bulan ini kita mau negosiasi final. Terutama yang di bidang perpajakan dan retribusi daerah. Tapi itu porsinya lebih ke Menteri Keuangan ya," kata Menteri Ignasius Jonan.

Senin, 21 Agus 2017 14:20 WIB

Menteri ESDM Ignasius Jonan di Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (13/8/2017). (Foto: ANTARA/Zabur Karuru)

KBR, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menyatakan PT Freeport Indonesia telah sepakat melakukan divestasi (pelepasan saham) 51 persen.

Jonan mengatakan pemerintah dan Freeport akan melakukan negosiasi final tentang mekanisme divestasi pada bulan ini. Selain divestasi, kata Jonan, Freeport juga sanggup menjalankan kewajiban membangun fasilitas pemurnian mineral (smelter).

"Kalau soal divestasi, bangun smelter saya kira prinsipnya sudah selesai, enggak ada apa-apa sih. Tinggal tunggu perpajakan saja. Kalau divestasi 51 persen sudah sepakat. Tinggal nanti caranya segala macam. Ini mau negosiasi final," kata Jonan usai bertemu Presiden Jokowi di Istana, Senin (21/8/2017).

Jonan menambahkan, poin terakhir yang masih dirundingkan adalah soal perpajakan. Kata dia, perihal ini menjadi domain Menteri Keuangan.

"Soal Freeport rencananya bulan ini kita mau negosiasi final. Terutama yang di bidang perpajakan dan retribusi daerah. Tapi itu porsinya lebih ke Menteri Keuangan ya," tuturnya.

Perundingan dengan Freeport sepakat dilakukan selama delapan bulan, sejak 10 Februari 2017 hingga 10 Oktober 2017. Empat poin yang dinegosiasikan yakni, divestasi 51 persen, pembangunan smelter, kelangsungan operasi, dan stabilitas investasi.

Baca juga:


Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya sudah bertemu di Kantor Kementerian ESDM pada Kamis (10/8/2017) lalu. Pertemuan itu membahas kepastian divestasi Freeport.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Bambang Gatot Ariyono mengatakan dalam pertemuan itu tidak ada hasil baru yang dicapai dari pertemuan itu.

"Enggak ada, enggak ada. Sama kok. Enggak ada yang perlu disampaikan karena enggak ada yang baru," kata Bambang, Kamis (10/8/2017).

Jonan dan Sri Mulyani bertemu membahas kelanjutan perundingan dengan Freeport. Usai lawatan ke Amerika sebelumnya, Jonan mengatakan bahwa perundingan kini bergantung pada Menteri Keuangan.

Pemerintah dan Freeport belum mencapai titik temu soal skema penarikan pajak dan divestasi saham Freeport. Dikabarkan, Presiden Direktur Freeport McMoran Richard Adkerson akan ke Indonesia untuk menemui Sri Mulyani.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1