BPS: Industri Mikro Kecil, Share Besar tapi Pertumbuhan Kecil

"Hasil sensus, mayoritas industri kita itu mikro dan kecil. Seharusnya keberpihakan kita ke sana. Tapi harus kita akui, industri mikro dan kecil ini buka-tutupnya gampang sekali," ujar Suhariyanto.

Selasa, 01 Agus 2017 16:15 WIB

Pekerja menjahit pakaian di salah satu industri tekstil rumahan di Malang, Jawa Timur, Jumat (7/7/2017). (Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto)

KBR, Jakarta - Pertumbuhan produksi industri manufaktur sepanjang triwulan II tahun 2017 tercatat melambat, khususnya untuk industri skala mikro dan kecil.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang Mei hingga Juni 2017, produksi industri manufaktur skala mikro dan kecil hanya tumbuh 2,5 persen. Sedangkan produksi skala sedang dan besar tumbuh sebesar empat persen.

Kepala BPS Suhariyanto menyebutkan strategi pemasaran yang terbatas menjadi salah satu faktor yang menghambat pertumbuhan produksi manufaktur mikro dan kecil. Suhariyanto menyarankan perlu ada pendampingan khusus agar industri mikro kecil bisa menaikkan produksi.

"Memang banyak kendala. Hasil sensus, mayoritas industri kita itu mikro dan kecil. Jadi harusnya keberpihakan kita ke sana. Tapi harus kita akui, industri mikro dan kecil ini buka-tutupnya memang gampang sekali," ujar Suhariyanto, di Jakarta, Selasa (1/8/2017).

Industri manufaktur merupakan industri pengolahan yang mengubah bahan baku serta komponen-komponen lainya menjadi barang jadi atau setengah jadi dengan cara mesin maupun nonmesin, yang memenuhi standar spesifikasi.
 
BPS mencatat produksi industri komputer, barang elektronika dan optik menjadi penopang utama tumbuhnya sektor manufaktur skala kecil. Industri ini naik 35,43 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu. Selain itu industri kertas dan barang dari kertas tumbuh 23,37 persen.

Di sisi lain, industri pengolahan tembakau justru turun 14,32 persen. Jasa reparasi dan pemasangan mesin menyusut 7,96 persen, serta peralatan listrik turun hingga 7,21 persen.

"Industri mikro dan kecil ini sharenya besar tapi pertumbuhannya kecil," kata Suhariyanto.

Realisasi pertumbuhan produksi manufaktur tercatat melambat jika dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya. Data BPS menunjukkan tahun 2016 lalu sektor manufaktur skala kecil dan mikro bisa tumbuh hingga 6,56 persen. Sedangkan untuk skala besar dan sedang masih bisa tumbuh 5,01 persen.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1