Bentrok di Paniai, Empat Luka Kena Tembak Polisi

"Saat itu diberi tembakan peringatan tapi tidak digubris. Lalu aparat memberikan tembakan ke arah tanah dan mengenai empat orang warga. Saat ini dirawat di rumah sakit setempat," kata AM Kamal.

Selasa, 01 Agus 2017 21:48 WIB

Ilustrasi. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta – Kepolisian Daerah Papua membenarkan terjadi bentrokan antara aparat dengan massa di wilayah Oneibo, Tigi Selatan, Kabupaten Deiyai, Papua.

Dalam bentrokan itu polisi mengeluarkan tembakan peringatan, namun mengenai warga.

Juru bicara Polda Papua AM Kamal menuturkan kronologi terjadinya bentrokan itu. Menurut AM Kamal, peristiwa itu bermula dari adanya kekecewaan dari masyarakat Deiyai terhadap perusahaan PT Putra Dewa Paniai, karena menolak membantu salah seorang warga yang sedang sakit kritis untuk dibawa ke rumah sakit.

Karena tidak mendapat pertolongan dari perusahaan, warga mencari alternatif transportasi lain. Namun, warga yang sakit itu meninggal tanpa sempat mendapat pertolongan dokter.

Menurut AM Kamal, karena kecewa dengan perilaku perusahaan PT Putra Dewa Paniai, warga mendatangi kamp karyawan perusahaan dan melakukan perusakan dan penganiayaan.

"Karyawan perusahaan itu lapor ke atasan, lalu atasan lapor ke polisi yang bertugas. Dari jarak yang tidak jauh, ada delapan anggota Brimob yang sedang berjaga datang untuk melerai bentrokan," kata AM Kamal kepada KBR, Selasa (1/8/2017).

AM Kamal menjelaskan upaya Brimob melerai bentrokan itu tidak digubris warga, bahkan warga melempari aparat.

"Saat itu diberi tembakan peringatan tapi tidak digubris. Lalu aparat memberikan tembakan ke arah tanah dan mengenai empat orang warga. Saat ini dirawat di rumah sakit setempat," kata AM Kamal.

Kamal membantah jika ada warga yang tewas karena luka tembakan dari pihak kepolisian. Menurutnya, yang meninggal dalam kejadian itu adalah warga yang sakit karena sudah kritis dan tidak sempat dibawa ke dokter.

"Jadi bukan karena luka peluru. Yang meninggal itu karena memang kondisinya sudah kritis," kata Kamal.

Untuk menyelesaikan kasus ini, kata Kamal, Polres Deiyai dan Pemerintah Kabupaten Deiyai akan melakukan pertemuan bersama sejumlah tokoh lainnya dan juga perusahaan.

"Rencananya pertemuan digelar Rabu (2/8/2017)," kata Kamal.

Sebelumnya, beredar informasi melalui telepon selular yang menyebutkan aparat kepolisian Deiyai 'mengamuk' karena membela perusahaan kontraktor yang sedang membangun di Deiyai, pada Selasa (1/8/2017) sore hari sekitar pukul 17.45 WIT.

Informasi berantai yang juga diterima KBR itu menyebutkan warga mengamuk karena perusahaan kontraktor tidak mau mengantar seorang warga yang dalam kondisi kritis ke Rumah Sakit Umum Daerai (RSUD) Madi yang berjarak 10 kilometer dari Oneibo. Warga yang kritis itu tidak tertolong karena terlambat mendapat penanganan medis.

Informasi itu pasukan bersenjata lengkap dari Brimob Polres Paniai datang membubarkan massa dengan tembakan hingga tujuh orang terluka.

Informasi itu dibantah Polda Papua, yang menyebut hanya empat orang luka saat aparat melakukan tembakan ke tanah untuk membubarkan massa.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Jokowi : Start Up Jangan Dicekik Regulasi

  • Kemendagri Persilakan TNI Gunakan Fasilitas Pemda Untuk Pemutaran Film G30S
  • Kasus Saracen, Alasan Polisi Periksa Kejiwaan Tersangka
  • Produksi PCC di Purwokerto Capai Ratusan Ribu Butir