Lawan PSMS, Dua Pemain Naturalisasi Indonesia Milik Bali United Absen

Dalam lawatan ke Stadiuon Teladan, Medan pasukan Serdadu Tridatu harus tampil pincang. Sebab tiga pemain intinya harus absen.

Jumat, 27 Jul 2018 20:16 WIB

Pemain Bali United, Lilipaly saat berebut bola dengan pemain Persija, Ismed Sofyan, Senin (29/1). (Foto: ANTARA/ Nyoman B)

KBR, Medan - Bali United dengan julukan Serdadu Tridatu akan berhadapan dengan tuan rumah PSMS Medan, di Stadion Teladan pada pekan ke-18 lanjutan kompetisi Liga 1, Sabtu (28/7/2018) besok. Namun dalam lawatan itu pasukan Serdadu Tridatu harus tampil pincang. Sebab tiga pemain intinya harus absen. 

Pelatih Bali United, Widodo Cahyono Putro mengatakan kedua pemain naturalisasi milik Bali United yakni Stefano Lilipaly dan Irfan Bachdim absen dalam laga kontra PSMS. Lalu, seorang pemain lain lagi yang absen adalah Ricky Fajrin.

Lilipaly dan Ricky Fajrin tengah mengikuti pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia U-23 untuk persiapan Asian Games 2018. Sementara, Irfan Bachdim harus kembali masuk ke ruang medis usai dibekap cedera. Kendati begitu, Widodo tidak mempermasalahkan absennya ketiga pemain tersebut.

"Kalau mengganggu ya tidak karena kami punya pemain pelapis. Kami juga ada program untuk mendukung Timnas Indonesia. Jadi kami memaksimalkan pemain yang ada," ucap bekas pelatih Sriwijaya FC di Medan itu, Jumat (27/7/2018).

"Saya punya prinsip 32 pemain yang kami miliki adalah pemain inti. Tidak ada pemain cadangan. Jadi siapapun yang diturunkan dia harus bisa menggantikan peran pemain yang ditinggal," Widodo melanjutkan.

Ia pun membidik mampu mencuri poin pada saat bersua PSMS di depan suporter tuan rumah. Namun, dia enggan jemawa. Widodo tetap mewaspadai kebangkitan PSMS yang mampu mengalahkan PSM Makassar pada pekan ke-17. 

"Ini sepakbola, kita hanya merencanakan belum tahu hasil akhir. Tapi kami berusaha untuk curi poin di sini, bahkan bisa memenangkan pertandingan," ujar pelatih berumur 47 tahun ini.

Bermain sebagai tim tamu di Stadion Teladan, Medan, Bali United enggan kembali tergelincir. Widodo menjelaskan kekalahan terakhir Serdadu Tridatu dari Bhayangkara FC menjadi pembelajaran anak asuhnya saat menghadapi PSMS. 

"Ya tentu situasi dan kondisi besok akan berbeda. Jadi yang penting saya tetap fokus instruksikan ke pemain untuk konsentrasi. Biasanya gol itu terjadi di menit awal dan akhir. Itu yang kita evaluasi," pungkas Widodo. Dalam lawatan ke markas PSMS, Bali United memboyong 20 pemain.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.