Pilot Garuda Batal Mogok Saat Mudik, Kepala KSP Klaim Usai Diskusi Dengannya

"Kita mendengarkan semua keluhan yang dia sampaikan. Nanti kita cari jalan keluarnya."

Selasa, 05 Jun 2018 19:24 WIB

Ilustrasi: Pilot maskapai Garuda Indonesia memberikan penghormatan terakhir kepada pesawat Boeing 747-400 yang dipensiunkan di hangar 4 GMF, Tangerang, Banten, Senin (9/10/2017). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Kepala Staf Presiden Moeldoko mengklaim ribuan buruh dari Asosiasi Pilot Garuda  mengikuti permintaannya untuk tidak melakukan mogok kerja di masa mudik lebaran. Dia mengatakan, hal tersebut adalah hasil diskusi dirinya dengan Asosiasi Pilot Garuda.

"Memang dari asosiasi sudah ke KSP. Kita sudah diskusikan dengan mereka: kalian jangan mogok dalam kondisi masyarakat membutuhkan. Nanti malah tidak produktif. Kita mendengarkan semua keluhan yang dia sampaikan. Nanti kita cari jalan keluarnya. Untuk sekarang ini jangan mogok. Saya sudah sampaikan, alhamdulilah diikutin. Jadi sampai dengan hari raya ini mereka komitmen dengan apa yang kita bicarakan," kata Moeldoko di kantornya, Jakarta, Selasa (5/6).

Dia pun mengaku sudah bertemu Direktur Utama PT. Garuda Indonesia. Hasil pertemuan itu menyepakati bahwa PT. Garuda Indonesia akan segera mencari jalan keluar dari keluhan para buruh.

Tapi Moeldoko enggan menjelaskan rinci permasalahan inti dari para buruh PT. Garuda Indonesia. Dia menyebut, permasalahannya hanya soal manajerial.

"Waktu itu bicara di sini saya sudah sampaikan kalian harus bertemu untuk memecahkan masalah ini. Nanti akan dijadwalkan," kata dia.

Yang jelas, dia memastikan, tidak akan ada mogok kerja ribuan pilot menjelang masa mudik lebaran.

"Ya, tidak ada pemogokan sampai dengan kebutuhan lebaran," kata dia.

Sebelumnya karyawan dan pilot Garuda memastikan akan menggelar aksi mogok maksimal selama sepekan. Aksi dilakukan di antaranya lantaran manajemen merekrut pilot dengan sistem kontrak. Namun kemarin aksi dibatalkan lantaran mengedepankan sikap profesional untuk melayani konsumen. Meski begitu mereka memberi waktu 30 hari menunggu tanggapan pemerintah atas tuntutan buruh dan pilot.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang