Ini Strategi Pemerintah Urai Kepadatan Arus Balik

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membeberkan sejumlah strategi guna mengurai titik kemacetan arus balik di jalur tol fungsional serta di tol Cikopo-Palimanan.

Selasa, 19 Jun 2018 06:32 WIB

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau kondisi H-5 lebaran jalur mudik tol fungsional GT Kertasari di Tegal, Jawa Tengah, Minggu (10/6). (Foto: ANTARA/ M Adimaja)

KBR, Batang - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membeberkan sejumlah strategi guna mengurai titik kemacetan arus balik di jalur tol fungsional serta di tol Cikopo-Palimanan. Strategi itu di antaranya mengalihkan pemudik ke jalur nasional, di mana terdapat banyak rest area.

Hal itu disampaikan Menteri Budi saat memantau langsung arus balik di jembatan tol Kalikuto, Batang, Senin (18/6/2018)

"Jalur arus mudik yang telah dipantau dari Batang hingga Brebes jika padat dan akan terjadi kemacetan, para pemudik dialihkan menggunakan jalur nasional di mana disana banyak tempat kuliner sebagai rest area," ujar Budi Karya saat ditemui KBR disela-sela pantauan tol, Senin (18/6/2018).

Sementara Kepala Biro Pengkajian dan Strategi Mabes Polri, Adnas menjelaskan kepolisian bakal memberlakukan contra flow jika terjadi kemacetan di jalur tol fungsional.

"Penglihan arus, pengurangan arus kemudian termasuk juga apakah contra flow itu bisa dimaksimalkan akan kami maksimalkan serta kami imbau untuk masyarakat bisa dialihkan ke jalur nasional," kata Adnas.

Baca juga:

Menhub Budi Karya memprediksi akan ada dua puncak arus balik lebaran 2018, yakni pada 19-20 Juni 2018 dan 23-24 Juni 2018. Ini lantaran masih banyak pemudik yang kembali bekerja setelah tradisi lebaran ketupat.

Pada arus balik tahun ini, Kementerian Perhubungan dan Polri memetakan tiga titik rawan, yakni di Jembatan Kali Kutho, Tol Cipali, dan Rest Area.



Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sedang melaksanakan Program Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC). Program ini sudah dimulai sejak Desember 2016 hingga saat ini.