Tolak Hak Angket, Ini Alasan Fraksi Gerindra Kirim Anggota ke Pansus

"Kami ingin konsisten menghormati hukum. Berbeda pendapat sebelum keputusan itu biasa,"

Selasa, 06 Jun 2017 14:57 WIB

Ilustrasi: Aksi tunggal tolak hak angket terhadap KPK. (Foto: KBR/Yudha S.)

KBR, Jakarta- Fraksi Gerindra DPR RI memutuskan mengirim perwakilan dalam Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket terhadap KPK meskipun sebelumnya sempat menolak. Gerindra menyiapkan empat nama untuk menjadi anggota Pansus. Mereka yakni Desmond Mahesa, Muhammad Syafii, Wenny Warouw, dan Supratman Andi Atgas.
Anggota DPR RI dari​ Fraksi Gerindra, Muhammad Syafii mengatakan, sudah diminta kesediannya untuk menjadi anggota Pansus Angket KPK. Nama-nama tersebut dipilih oleh pemimpin Fraksi Gerindra.

"Kenapa akhirnya kami mengirimkan anggota? Karena kami ingin konsisten menghormati hukum. Berbeda pendapat sebelum keputusan itu biasa," kata Syafii di Kompleks​ Parlemen RI, Selasa (06/06/17).

"Tapi kalau sudah diambil keputusan maka tidak berarti kami menolak keputusan karena di awal berbeda keputusan. Kalau itu sudah keputusan dan sah kami wajib menghormatinya," tambahnya.

Meski demikian, Syafii belum mengetahui apakah nama-nama tersebut sudah dikirim ke pemimpin DPR atau belum. Ia mengatakan, itu merupakan hak pemimpin Fraksi Gerindra.

"Saya tidak ingin mencampuri internal pimpinan Fraksi," ujarnya.

Terkait struktur kepengurusan pansus, kata Syafii, perwakilan Gerindra bersedia menjadi pemimpin Pansus. Namun hal itu dikembalikan kepada seluruh anggota Pansus Angket KPK.

"Pimpinan Pansus RUU Terorisme saja kami siap, masa hak angket KPK kami tidak siap," kata Dia. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau