Sidang Dugaan Korupsi Alkes, Eks Menkes Menangis

"Menurut saya, atas dakwaan serta tuntutan yang ditujukan kepada saya dalam kasus ini terus terang saya shock yang mulia."

Rabu, 07 Jun 2017 21:52 WIB

Terdakwa kasus korupsi alat kesehatan Siti Fadilah Supari menyeka air mata dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (7/6). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Bekas Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari membantah semua tuduhan jaksa KPK dalam kasus dugaan korupsi alat kesehatan. Hal itu disampaikan siti  saat membacakan nota pledoi atau pembelaan.

Sambil menangis, Siti  mengatakan semua tuduhan jaksa KPK terhadap dirinya adalah fitnah. Menurut dia, Pengadaan alat itu benar-benar untuk mengantispasi kejadian luar biasa (KLB) 2005 pada Pusat  Penanggulangan Masalah Kesehatan dengan melakukan penunjukan langsung kepada PT Indofarma Tbk.

"Menurut saya, atas dakwaan serta tuntutan yang ditujukan kepada saya dalam kasus ini terus terang saya shock yang mulia. Bukan hanya karena tingginya tuntutan yang saya terima, menurut saya sangat terkesan tidak wajar," ujar Siti Fadilah saat membacakan pledoi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (07/06). 

Siti melanjutkan, "karena jika dibandingkan dengan pelaku utama yang bernama Mulia Hasmi, hanya dihukum 2,5 tahun tahanan kota yang kalau dikonfersi menjadi tahanan kurungan hanya 6 bulan yang mulia, tetapi tuntutan saya 6 tahun."



Dia juga membantah soal tuduhan jaksa terkait aliran dana korupsi yang mengalir ke Partai Amanat Nasional. Alasannya  dirinya tidak berafiliasi dan tidak berlatarbelakang dengan partai politik manapun.

Siti  tidak membahas secara rinci soal aliran dana kepada bekas Ketua Umum PAN, Amien Rais.

"Saya menjadi Menteri Kesehatan atas pilihan langsung Presiden saat itu, bukan lewat partai politik manapun. Ini semata-mata memang keahlian saya sebagai tenaga medis," ucapnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi menuntut bekas Menteri Keuangan, Siti Fadilah Supari 6 tahun penjara. Ketua JPU, Iskandar Marwanto mengatakan, Jaksa juga menuntut denda sebesar 500 juta rupiah subsideir 6 bulan penjara.

Kata dia, Siti Fadilah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah karena terbukti menerima suap dan melakukan korupsi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan untuk kebutuhan Pusat penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan dari Dana DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran).


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.