H-2 Lebaran, Menhub Klaim Lalu Lintas di Cipali dan Brexit Terkendali

Menurut Menhub banyak pemudik yang mencari jalur alternatif sehingga kemacetan tidak terlalu panjang.

Jumat, 23 Jun 2017 19:44 WIB

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Foto: Gilang Ramadhan

KBR, Jakarta - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengklaim arus lalu lintas di jalur tol, seperti di tol Cikopo-Palimanan dan Brebes Timur masih terkendali. Padahal di beberapa titik, terutama di pintu masuk dan keluar tol terjadi kemacetan hingga diberlakukan buka-tutup. Menurutnya, banyak pemudik yang mencari jalur alternatif sehingga kemacetan tidak terlalu panjang.

"Di Cipali, di Brexit sendiri cukup kondusif, lancar dan sebagian penumpang atau kendaraan memilih melalui jalur darurat atau jalur fungsional tersebut. Memang kami dengar bahwasanya ada sedikit kemacetan di Cikarang Utama dan beberapa sample yang kita lakukan. Mereka cukup cerdik, keluar di Pantura, setelah itu masuk lagi," jelas Budi di kantornya pada Jumat (23/06/2017).

Budi memprediksi puncak arus mudik akan jatuh pada malam ini. Namun, menurutnya, tim dari Korlantas Polri sudah bersiaga di titik-titik rawan macet dan memberlakukan buka-tutup untuk mengatasi kepadatan lalu lintas. Cara ini cukup ampuh untuk mencairkan volume kendaraan pada arus mudik tahun ini. Menhub mencontohkan, waktu tempuh perjalanan dari Jakarta hingga Yogayakarta saat ini hanya sekitar 12 jam berkendara. (dmr)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Terus Genjot Revitalisasi Pasar, Mendag Undang Pengelola

  • Memasuki Musim Hujan, Pemprov DKI Belum Temukan Solusi Inovatif Masalah Banjir
  • Filipina Tangkap Perempuan Perekrut ISIS Marawi

Kenaikan harga rokok dengan hanya 9 persen dibanding tahun 2016 atau sekitar 30 perak per batang, dianggap tak mampu mengerem konsumsi rokok yang bertujuan melindungi kesehatan publik