Diduga Curi Ikan, Polisi Sebatik Tahan Perahu Nelayan Filipina

"Dia tidak membawa apa apa masalahnya. Dia bermaksud menangkap ikan tetapi memasuki wilayah Indonesia.”

Kamis, 15 Jun 2017 13:37 WIB

Kepolisian Sebatik, Nunukan, Kaltara menahan perahu milik nelayan Filipina karena mencuri ikan di perairan Indonesia. (Foto: KBR/Adhima S.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Nunukan– Kepolisian  Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara menahan 4 orang nelayan Filipina  yang terjaring  operasi diperairan lampu merah Sebatik. Kapolsek Sebatik Timur  Oman mengatakan, ke empat nelayan yang menggunakan satu perahu tersebut  tidak bisa menunjukkan dokumen keimigrasian saat tertangkap  sedang mencuri ikan di perairan lampu merah Sebatik.

“Asal usulnya dari Filipina tapi bermukim di Indra Sabah Malaysia. Kami tidak menemukan dokumen, dia tidak membawa apa apa masalahnya. Dia bermaksud menangkap ikan tetapi memasuki wilayah Indonesia,” ujar Kapolsek Sebatik Timur  Oman, Kamis (15/06/2017).

Ke empat  nelayan suku Bajao tersebut masing masing bernama Mukhtar (50), Abir (25), Faizal (17) dan Alzim Bin Muchtar (25) diduga  sengaja melanggar perairan Indonesia untuk mencari ikan. Namun di dalam perahu yang diamankan polisi tidak didapati alat alat navigasi seperti kompas maupun GPS.

“Dia tidak membawa alat navigasi, dia tidak membawa hp, tidak membawa kompas  jadi tidak tahu. Kami berkeyakinan itu masuk di wilayah Indonesia. Sudah kami limpahkan ke imigrasi," ujar  Oman.

Operasi yang dilakukan polsek Sebatik di perairan perbatasan dimaksudkan untuk mengantisipasi tindak kejahatan perompakan yang selama ini sering terjadi di perairan perbatasan.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.