Menpora: Indonesia Menjamin Keamanan Peserta Asian Games 2018

Menpora Imam Nahrawi menjamin keamanan peserta Asian Games dari 45 negara. Sementara Ketua Inasgoc, Erick Tohir memastikan telah menyiapkan pengamanan khusus melalui koordinasi dengan TNI-Polri.

Senin, 28 Mei 2018 15:55 WIB

Menpora Imam Nahrawi (kiri) berdiskusi dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (tengah) dan Ketua Inasgoc Erick Thohir sebelum Rapat Terbatas mengenai persiapan Asian Games di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (28/5). (Foto: ANTARA/ Wahyu P)

KBR, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga menjamin keamanan para peserta Asian Games dari 45 negara/teritori selama kompetisi yang berlangsung di Jakarta dan Palembang pada Agustus mendatang. Kendati, sebulan belakangan Indonesia dilanda sejumlah aksi teror.

Menpora Imam Nahrawi mengatakan terus berkoordinasi dengan negara-negara peserta dan meyakinkan Indonesia memberikan "keamanan tingkat VVIP". Kata dia, Indonesia sudah berpengalaman menyelenggarakan banyak helatan kelas internasional. 

"Kita terus memberikan keyakinan, bahwa kita menjamin, kita menjadi tuan rumah yang baik, aman, nyaman, tenteram," jelasnya kepada wartawan sebelum rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR di Jakarta, Senin (28/5/2018) siang.

"Sejauh ini semua (atlet) konfirmasi datang. Bahkan ini estimasi atlet saja yang kami batasi 15 ribu sudah melampaui 15 ribu atlet," jelasnya lagi. 

Imam mengatakan, kepolisian sudah memiliki standar keamanan tinggi untuk event di Gelora Bung Karno (GBK)--yang menjadi lokasi pembukaan perhelatan tersebut. Kemenpora pun mengintensifkan koordinasi antara panitia, Polri, juga TNI terkait peningkatan keamanan.

"Tentu ini juga harus kami terapkan seperti halnya Olimpiade (2016) di Brazil."

Akhir pekan kemarin, Kapolri Tito Karnavian mengundang para duta besar negara peserta Asian Games untuk menjelaskan situasi keamanan Indonesia. Tito meyakinkan, sekalipun terorisme masih jadi ancaman namun potensi itu telah diperhitungkan.

Baca juga:


Panitia Koordinasi dengan TNI-Polri

Sementara Panitia Penyelenggara Asian Games (Inasgoc) memastikan, penjagaan acara ini melibatkan TNI dan Polri. Ketua komite penyelenggaraan Asian Games 2018 (Inasgoc) Erick Thohir memastikan sudah menyiapkan pengamanan khusus guna mengantisipasi aksi teror. Inasgoc sudah berkoordinasi dengan TNI dan Polri serta mempersiapkan pengamanan dengan detail. 

"Kalau pengamanan kami sudah koordinasi dengan pihak TNI-Polri. Kapolri sendiri sudah sangat mempresentasikan detail bersama Panglima kepada semua, yang tentu secara detail. Saya tidak bisa share semua, namanya juga keamanan," kata Erick usai rapat terbatas Asian Games, Senin (28/5/2018).

Erick memastikan akan ada tambahan personil untuk menjaga empat kota yang menjadi tempat penyelenggaraan. Dia meyakinkan dengan kekuatan TNI dan Polri, Asian Games akan terselenggara dengan sukses.

Pelaksanaan Asian Games tahun ini menurut dia menjadi pertaruhan citra Indonesia di mata dunia. Dia menambahkan, jika gelaran ini sukses maka Indonesia akan lebih mudah melobi agar pelaksanaan Olimpiade tahun 2032 mendatang juga bisa digelar di Indonesia.

Pesta Olahraga tingkat Asia atau Asian Games diikuti 45 negara, teritori, dan kontingen mandiri. Para kepala negara atau pemerintahan akan menghadiri acara pembukaan di GBK, pada 18 Agustus mendatang.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang