Terduga Penyerang Novel Baswedan AL Bersaudara dengan Saksi H

AL merupakan petugas keamanan di salah satu tempat SPA di Sawah Besar, Jakarta Pusat

Kamis, 11 Mei 2017 20:35 WIB

Aktivis menggelar aksi damai untuk mendukung penuntasan kasus penyerangan penyidik KPK, Novel Baswedan. Foto: Antara


KBR, Jakarta - Juru Bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Prabowo Argo Yuwono menyatakan dua pria berinisial AL dan H yang diperiksa dalam kasus penyerangan Novel Baswedan memiliki hubungan keluarga. Informasi ini didapatkan Polisi setelah memeriksa AL sejak kemarin. "H dan AL ternyata sepupu. Ini dibuktikan dengan foto mereka di Jembatan Kalibata. Namun kedekatan ini belum mengindikasikan Al tersangka dalam kasus ini," ungkap Argo kepada KBR, Kamis, 11 Mei 2017.

Sebelum memeriksa AL, Polisi memeriksa dua orang yang diduga pelaku penyerangan penyidik sebinor KPK, yakni H dan M pada 21 April 2017. Namun, Kepolisian menyatakan hasil pemeriksaan tidak menunjukan keduanya terkait dengan penyerangan Novel. Keduanya memiliki alibi kuat bukan penyiram air keras kepada penyidik senior KPK tersebut. "Setelah kami lakukan pedalaman terhadap M yang diduga ini ada di Tambun. H ada di Malang. Keberadaan keduanya ini sudah kami cek semua," kata Argo.

Baca juga:

Meski begitu, Polisi, menurut Argo, tidak berhenti pada keterangan tersebut untuk menuntaskan kasus penyerangan penegak hukum ini. Penyidik akan menguji keterangan yang telah disampaikan AL dengan sejumlah saksi. Pasalnya, Al mengaku tidak berada di lokasi kejadian saat penyerangan air keras itu berlangsung.

Kepada penyidik, AL menyatakan tengah menonton televisi bersama tiga orang lainnya di rumah. "Saksi AL saat tanggal 10 April tak bekerja. Dia di rumah nonton TV bersama saudaranya. Besoknya tanggal 11 April, pukul 12 siang menuju kantor diantar saudaranya ke Stasiun Pasar Minggu. Kemudian naik kereta, turun di Stasiun Sawah Besar sambil jalan kaki. Sedangkan saat pulang dia diantar temen satu kerja yang satu club," jelas Argo.

Dia menambahkan, AL merupakan petugas keamanan di salah satu tempat SPA di Sawah Besar, Jakarta Pusat.  (dmr)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau