Setelah Bawang Putih, Pemerintah Siapkan Aturan Impor Singkong

"Kami berdua, bersama dengan Pak Mentan akan mengeluarkan tata niaga. Semula singkong ini bebas, tidak diatur tata niaga untuk importasinya."

Rabu, 31 Mei 2017 20:55 WIB

Pekerja memanen Singkong sebagai bahan baku tepung tapioka di lahan pertanian Kelurahan Blabak, Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (5/5). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Pemerintah akan mulai mengatur tata niaga importasi singkong. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita  mengatakan, harga singkong di tingkat petani sangat rendah, sehingga mereka semakin enggan menanam. Imbasnya, kata dia, importasi singkong untuk industri di Indonesia sangat tinggi, mencapai 1.234 ton, dengan nilai USD 499,8 ribu atau Rp 6,64 miliar.

Enggartiasto berkata, dia dan Menteri Pertanian akan mewajibkan para importir melaporkan stok sekaligus rencana importasi singkongnya.

"Mengenai singkong, kami berdua, bersama dengan Pak Mentan akan mengeluarkan tata niaga. Semula singkong ini bebas, tidak diatur tata niaga untuk importasinya. Kita menyelesaikan beberapa waktu lalu case by case. Tetapi itu hanya setempat, untuk pabrik tertentu, satu tempat tertentu, tetapi harga di tempat lain, saya mendengar, yang memang berbagai alasan yang ada. Tetapi, kami segera akan mengeluarkan tata niaga," kata Enggartiasto di kantornya, Rabu (31/05/2017).

Enggartiasto mengatakan, saat ini singkong termasuk bahan pangan yang tak diatur tata niaga impornya. Namun, kata dia, pengaturan impor itu perlu ditempuh karena importasi yang tinggi akan mematikan usaha para petani.

Dia  menargetkan beleid berupa Peraturan Menteri Perdagangan itu akan terbit pekan depan. Apabila telah berlaku, para importir akan diwajibkan melaporkan stok sekaligus rencana importasi singkong, seperti yang kini berlaku pada importasi bawang putih.

Enggartiasto berujar, pekan lalu dia didemo para petani asal Lampung Tengah yang mengeluh harga singkongnya hanya Rp 400 per kilogram. Padahal, idealnya harga singkong bisa mencapai Rp 700 per kilogram. Sebagai solusi sementara, Enggartiasto pun meminta para pengusaha menyerap singkong petani seharga Rp 700 per kilogram. Meski begitu, kata dia, masih banyak daerah yang harga jual singkongnya sangat rendah, sehingga perlu dibuat aturan yang mampu menekan importasi singkong.

Importasi Bawang Putih

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengklaim pasokan bawang putih di pasar akan melimpah, sehingga harga jualnya akan berangsur turun. Enggartiasto mengatakan, kini dia mulai mencatat stok dan rencana importasi bawang putih yang dalam catatannya mencapai 25 ribu ton. Selain itu, dia juga akan menambah dua pintu masuk importasi bawang putih, dari yang saat ini hanya Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya.

"Kita bawang putih 95 persen impor. Stoknya berkembang terus. Jadi kalau mau bertanya posisi sekarang, mereka ini terus mendaftar, karena awalnya izin tata niaga bawang tak ada, bebas. Jadi setelah diatur, mereka terus mendaftar, kapan mau masuk dan stok, mereka daftarkan, dan akan suplai ke mana," kata Enggartiasto di kantornya, Rabu (31/05/2017).

Enggartiasto mengatakan, bawang putih akan membanjiri pasar dalam satu atau dua pekan ke depan, sehingga harganya akan terus turun dari yang kini masih Rp 50 hingga 60 ribu. Kata dia, saat ini kementeriannya mencatat stok bawang putih mencapai 25 ribu ton. Dia merinci, saat ini di pasar terdapat pasokan bawang putih sebanyak 9 ribu ton, serta rencana importasi bawang putih sebanyak 16 ribu ton. Selain itu, dia juga telah mencatat 26 importir bawang putih yang telah melaporkan stok beserta rencana importasinya. Sehingga, kata Enggartiasto, pedagang akan rugi sendiri apabila menahan stok dan tak mengucurkannya ke pasar.

Enggartiasto berujar, dia juga tengah mempersiapkan dua pelabuhan sebagai pintu masuk importasi bawang putih. Pasalnya, importasi bawang putih selama ini hanya bisa melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Enggartiasto berkata, dua pelabuhan yang akan menerima importasi bawang putih yakni Tanjung Priok di Jakarta dan Bitung di Sulawesi Utara. Menurutnya, penambahan pintu masuk importasi bawang putih itu akan memperluas sebaran bawang putih ke seluruh Indonesia.

Adapun stok bahan pangan lainnya, seperti bawang merah, Enggartiasto mengatakan saat ini harganya justru menurun. Sehingga, dia sudah mengirim surat penugasan pada Perum Bulog agar menyerap bawang merah petani yang harganya di bawah harga acuan pemerintah dengan nilai wajar, yakni Rp 22,5 ribu per kilogram di tingkat petani. Kata dia, hal serupa juga berlaku pada komoditas pangan lainnya yang harganya anjlok, misalnya telur yang di tingkat petani hanya Rp 16,4 ribu, padahal harga acuannya Rp 18 ribu. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Penembak Brimob di Timika Berjumlah 15 Orang

  • Ahli: PNPS Penodaan Agama Langgar HAM Warga Ahmadiyah
  • Jokowi Tunjuk Din Syamsuddin sebagai Utusan Khusus Dialog Antaragama
  • Tak Dapat Bantuan KIS, Puluhan Pemulung Geruduk Gedung DPRD Sumut