Polri Periksa Istri dan Anak Terduga Pelaku Bom Kampung Melayu

Berdasarkan keterangan ketua RT setempat, INS berpofesi sebagai penjual obat herbal. Namun, orangnya tertutup dengan tetangga sekitar.

Kamis, 25 Mei 2017 15:12 WIB

Polisi menggeledah rumah INS, terduga pelaku bom Kampung Melayu, yang berlokasi di Jl Cibangkong Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/5/2017). (Foto: ANTARA/Agus Bebeng)


KBR, Jakarta - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat memastikan rumah kontrakan di Jalan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat merupakan tempat tinggal terduga pelaku bom Kampung Melayu.

Juru bicara Polda Jawa Barat Yusri Yunus mengatakan pelaku berinisial INS itu tinggal di rumah itu bersama istrinya. Yusri mengatakan kepolisian sudah mengantongi keterangan dari istri INS. Saat ini, kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah INS.

"Awalnya istri memang mengakui itu suaminya. Tapi tetap kami akan lakukan tes DNA melalui anak atau orang tuanya," kata Yusri Yunus kepada KBR, Kamis (25/5/2017).

Penggeledahan rumah kontrakan dilakukan tim Densus Antiteror 88 bersama unit Penjinak Bom Polda Jabar, Kamis pagi. Tim langsung membawa istri dan dua anaknya ke Polda Jabar untuk pemeriksaan.

"Istri dan anak sudah kami periksa. Orang tuanya juga kita bawa," kata Yusri.

Juru bicara Yusri menambahkan INS merupakan warga asli Bandung yang sudah tinggal di kawasan tersebut selama dua tahun. Yusri menambahkan, berdasarkan keterangan ketua RT setempat, INS berpofesi sebagai penjual obat herbal. Namun, orangnya tertutup dengan tetangga sekitar.

"Keterangan pak RT dan tetangga rumahnya dia ini jarang bergaul," kata Yusri.



Baca juga:


Mirip Bom Cicendo Bandung

Markas Besar Kepolisian Indonesia (Mabes Polri) menemukan indikasi kemiripan antara teror bom bunuh diri di Terminal Kampun Melayu Jakarta Timur, Rabu 24 Mei 2017 dengan teror bom di Cicendo, Bandung, Jawa Barat pada 27 Februari 2017.

Meski begitu, Juru bicara Mabes Polri Setyo Wasisto mengatakan Polri belum bisa memastikan terduga pelaku bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur terlibat dengan salah satu jaringan terorisme di Indonesia.

Setyo Wasisto mengatakan barang bukti yang ditemukan di Kampung Melayu diantaranya serpihan alumunium serta struk pembelian panci dari salah satu toko di Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat.

"Untuk detilnya kita tunggu saja hasil rekonstruksi dari Laboratorium Forensik. Tapi dari hasil atau barang bukti yang ditemukan, ada beberapa kesamaan seperti pada kasus di Bandung beberapa waktu lalu. Mengenai struk yang ditemukan, akan kami selidiki lebih lanjut," kata Setyo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Kamis (25/5/2017).

Setyo juga menjelaskan akan ada bantuan berupa biaya pengobatan dari pemerintah untuk para warga sipil yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

"Korban dari warga sipil akan ada bantuan dari pemerintah. Semuanya. Sedangkan untuk petugas, pengobatan akan ditanggung Kepolisian. Itu sudah pasti. Untuk anggota yang meninggal dalam tugas akan mendapatkan gelar Anumerta," kata Setyo.



Tiga anggota polisi yang mendapat penghargaan Anumerta atau penghargaan tinggi dari kepolisian Indonesia adalah Briptu (Anumerta) Taufan, Briptu (Anumerta) Ridho Setiawan dan Briptu (Anumerta) Imam Gilang Adinata. Tiga anggota Polri itu tewas terkena ledakan bom di Kampung Melayu, dan dianggap berjasa dan gugur dalam tugas.

Jenazah tiga anggota polisi itu hari ini dikembalikan kepada keluarga dan segera di makamkan. Setyo mengatakan jenazah Taufan sudah dimakamkan Kamis pagi pukul 10.00 WIB di Bekasi. Sedangkan, jenazah Ridho dan Gilang dipulangkan ke Lampung dan Klaten.

Polri saat ini masih mengidentifikasi dua orang yang diduga menjadi pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu.

Baca juga:



Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!