Polisi Jombang Gembok Pagar, Diskusi HTI Batal

Dalam undangan yang digelar, acara diskusi Hizbut Tahrir Indonesia itu mengangkat tema 'Efektivitas Muatan Lokal Keagamaan di Kabupaten Jombang'. Acaraitu diprakarsai Ketua DPD Muslimat HTI Jombang.

Senin, 01 Mei 2017 19:05 WIB

Polisi menjaga ketat sebuah restoran yang rencananya dijadikan tempat diskusi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Jombang, Jawa Timur, Senin (1/5/2017). (Foto: Muji Lestari)


KBR, Jombang - Kelompok Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur batal menggelar diskusi pendidikan, yang rencananya digelar Senin, 1 Maret 2017.

Seluruh peserta diskusi pulang sebelum acara dimulai tanpa adanya konfirmasi. Sementara itu, puluhan personel polisi dari Polres setempat menjaga ketat Rumah Makan Palem Asri, Jl Gatot Subroto, Jombang, yang sedianya dijadikan tempat acara itu.

Salah satu peserta diskusi, Retno mengatakan ia dan sejumlah orang lain sudah tiba di lokasi namun tertahan di halaman rumah makan. Mereka tidak bisa masuk ke ruang diskusi.

"Acaranya nggak jadi," kata Retno peserta diskusi, di Jombang, Senin (1/5/2017). Retno mengatakan acara itu sedianya membahas kurikulum pendidikan anak-anak sekolah.

"Ini untuk muslimah, ibu-ibu saja,"  kata Retno.

Setelah seluruh peserta diskusi keluar dari area rumah makan, polisi dari Polres Jombang menggembok pintu gerbang. Sejumlah calon peserta yang baru tiba di lokasi, tidak bisa masuk halaman rumah makan dan hanya diberitahu Polisi bahwa acara batal digelar.

Dalam undangan yang digelar, acara diskusi Hizbut Tahrir Indonesia itu mengangkat tema 'Efektivitas Muatan Lokal Keagamaan di Kabupaten Jombang'. Acaraitu digelar Ketua DPD II Muslimat HTI Kabupaten Jombang Sri Indarwati.

Kepolisian Jombang tidak bersedia menjelaskan pembatalan acara diskusi itu. Wakli Kepala Kepolisian Jombang, Hendriyana juga mengatakan tidak bersedia diwawancara.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

DPR dan Pemerintah Belum Sepakati Definisi Teroris, Pembahasan RUU Terorisme Diperpanjang

  • Polda Kaltim Tetapkan Nakhoda Kapal Berbendera Panama Jadi Tersangka
  • Suciwati: Pak Jokowi, Mana Dokumen TPF Munir?
  • Abaikan Pergub, Dua Pelanggar di Lhokseumawe Dicambuk di Ruang Terbuka

Anda berencana ke luar negeri? Ingin beli oleh-oleh, tapi takut kena pajak? Pada 1 Januari 2018, pemerintah menerbitkan regulasi baru untuk impor barang bawaan penumpang dan awak sarana pengangkut.