Peringatan Mei 98, Pemprov DKI Janji Gratiskan Retribusi Makam Korban

"Nanti kami bisa buatkan SK Gubernur untuk pembebasan retribusi selamanya atas nama korban di makamnya masing-masing."

Senin, 08 Mei 2017 21:00 WIB

Wakil Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat (tengah) melakukan prosesi tabur bunga di makam korban Tragedi Mei 98 di Pondok Rangon, Jakarta Timur, Senin (8/5). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat berjanji untuk menggratiskan retribusi makam korban Tragedi Mei 1998. Hal tersebut disampaikan saat Djarot menghadiri acara Peringatan Mei 1998 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur.

Djarot berjanji,  bulan ini  akan merampungkan pendataan korban dan lokasi makamnya.

"Kalau untuk retribusi para korban tentu saja (kami akan gratiskan). Sebagai kepastian, tadi saya sudah minta nama-namanya siapa saja. Supaya nanti kami bisa buatkan SK Gubernur untuk pembebasan retribusi selamanya atas nama korban di makamnya masing-masing. Saya sudah minta namanya, bulan ini kami selesaikan. Tapi kami tunggu datanya dulu," katanya.

Ia menambahkan, penggratisan biaya retribusi itu juga termasuk untuk biaya perawatan makam. Sehingga nantinya makam-makam tersebut akan selalu dirawat oleh para petugas.

"Makam para korban yang amblas sebagian juga sudah kami perbaiki," katanya.

Selain itu kata Djarot, Pemprov DKI juga memberikan pemberdayaan ekonomi bagi para keluarga korban.

Sementara itu, Presiden  ke-3, BJ Habibie yang   hadir dalam acara tersebut mengatakan  akan menemui Presiden Joko Widodo untuk menyuarakan aspirasi dari para keluarga korban.

"Saya akan sampaikan kesan-kesan saya pada hari ini. Kita persiapkan yang baik-baik supaya kita dapat memberi estafet dari generasi ke generasi, saya juga berharap tidak ada pelanggaran HAM kembali dan tragedi Mei 98 merupakan kasus pelanggaran HAM yang terakhir," tuturnya

Senin ini Komnas Perempuan  mengadakan acara bertema “Mewujudkan Pemerintahan yang Ingat, Hormat dan Adil pada Sejarah” di Makam Massal Korban Mei 98, TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Acara tersebut digelar untuk mengingatkan Pemerintah agar tidak melupakan Tragedi Mei 1998 yang menewaskan 1190 orang, dan 85 perempuan etnis Tionghoa korban pemerkosaan secara massal.

 
Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Kepala KSP Moeldoko Tepis Anggapan Miring

  • Izin Impor Beras Dialihkan, PT PPI Tak Keberatan
  • BNPB Siapkan Anggaran Rp 166 Miliar untuk Perbaiki Rumah Korban Banjir Bima
  • PS TNI Gagal Menang Melawan 10 Pemain Persebaya

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.