Ormas Bubarkan Pameran untuk Wiji Thukul di Yogyakarta

"Mereka datang memaksa untuk acara dibubarkan. Kalau tidak dibubarkan mereka akan merusak pameran."

Senin, 08 Mei 2017 17:53 WIB

Segerombolan orang berseragam Ormas Pemuda Pancasila berusaha membubarkan pameran persembahan untuk Seniman yang hingga kini masih hilang Wiji Thukul di Pusham UII, Yogyakarta, Senin (08/05). (Foto: Istimewa)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Yogyakarta- Sekelompok orang beratribut organisasi kemasyarakatan Pemuda Pancasila memaksa menurunkan sejumlah lukisan yang didedikasikan untuk Wiji Thukul karya pelukis Andreas Iswinarto   di Pusham Universitas Islam Indonesia  Yogyakarta, Senin (8/5/2017). Ormas juga membubarkan acara pameran bertema "Aku Masih Utuh dan kata-kata belum binasa, Tribute to #WijiThukul" tersebut.

Juru bicara Pusham UII Tri Guntur Narwaya menyatakan pelaku mengancam akan merusak.

"Mereka datang memaksa untuk acara dibubarkan. Kalau tidak dibubarkan mereka akan merusak pameran. Kami sempat mempertahankan diri agar lukisan tidak dibawa karena itu karya mas Andreas," kata Guntur, Senin (08/05).  

Guntur melanjutkan, "ini pelanggaran kebebasan berekspresi. Tidak ada lembaga atau personal apapun yang bisa mengusir, membubarkan acara secara sewenang-wenang. Aparat negara juga tidak cukup bisa melindungi pameran yang dilaksanakan Pusham UII."

Guntur menuturkan, panitia tengah melakukan persiapan untuk pembukaan pameran lukisan karya Andreas ketika sejumlah orang  masuk dan memaksa acara dibubarkan.

"Kita lagi persiapan launching pameran lukisan. Launching kali ini ada diskusi tentang kebebasan pers dengan pembicara Andreas Iswinarto dan Anang Zakaria. Kita lagi pasang lukisan sambil nunggu peserta datang. Acara harusnya digelar jam 12.00 tapi peserta belum datang. Nah sejak jam 11 an sekitar delapan orang berpakaian preman dan atribut Pemuda Pancasila sudah berada di sekitar lokasi. Mereka lalu masuk dan minta acara dibubarkan," urainya.

Guntur menambahkan, penyelenggara sepakat melapor ke Polda   terkait insiden tersebut. Penyelenggara belum bisa memastikan akan melanjutkan rangkaian kegiatan sesuai agenda. Pameran Karya Andreas Iswinarto rencananya digelar 8-11 Mei 2017 di Pusham UII, Bantul Yogyakarta. Selain pameran, juga digelar diskusi dan pembacaan puisi karya Wiji Thukul.

"Kita belum tahu apakah masih akan melanjutkan pameran atau tidak. Ini masih kumpul tapi kami akan melapor ke Polda DIY. Kami merasa terintimidasi karena ada ancaman kekerasan dan yang lainnya," lanjutnya.

Lebih lanjut Guntur menjelaskan, alasan di balik insiden pembubaran pameran adalah tidak adanya izin penyelenggaraan.

"Padahal Pusham UII kalau bikin acara tidak pernah ada izin. Selama ini kita ngundang diskusi nggak pernah pakai izin karena ini kan kantor, pusat studi. Alasan kedua Wiji Thukul terkait dengan komunis. Padahal Wiji Thukul nggak ada kaitannya dengan komunis. Jadi ada stigma," tutupnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

500 Kamisan, Korban Terus Tagih Janji Penyelesaian Kasus HAM Masa Lalu

  • Haris Azhar: Novel Cerita Ada Petinggi Polisi Terlibat Penyerangan
  • Terdakwa Penodaan Agama di Medan, Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara
  • Perppu Akses Informasi Keuangan Disahkan Menjadi Undang-undang

Fasilitas KITE IKM diharapkan menjadi jawaban untuk mendorong industri kecil dan menengah untuk terus bergeliat meningkatkan ekspor di tanah air.