Sekolah Berlumpur Banjir, 200-an Siswa di Aceh Tenggara Masih Diliburkan

Dinas Pendidikan Aceh Tenggara meminta seluruh dewan guru dan masyarakat ikut membantu membersihkan sisa lumpur untuk mempercepat pemulihan pendidikan di lokasi bencana.

Senin, 17 Apr 2017 23:27 WIB

Banjir bandang di Aceh Tenggara masih menyisakan lumpur dan sampah kayu. (Foto: BPBD Aceh Tenggara)


KBR, Aceh Tenggara – Kegiatan belajar mengajar di dua Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kabupaten Aceh Tenggara masih diliburkan, meski bencana banjir bandang sudah lama berlalu.

Banjir yang melanda tiga kecamatan di Aceh Tenggara pada Selasa (11/4/2017) lalu masih menyisakan genangan lumpur dan sisa kayu di sejumlah tempat, termasuk di dua SD di Kecamatan Lawe Sigala-gala. Sepekan pascabanjir, pembersihan sisa lumpur belum juga selesai.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tenggara, Syafrizal mengatakan sudah meminta seluruh dewan guru dan masyarakat ikut membantu membersihkan sisa lumpur untuk mempercepat pemulihan pendidikan di lokasi bencana.

"Saya sudah bicara langsung dengan kepala sekolah. Ternyata hari ini belum ada kegiatan belajar. Mungkin besok sudah bisa masuk sekolah. Paling para siswa belum punya baju untuk sekolah. Saya sudah perintahkan Sekretaris Dinas ke lokasi, mana yang kurang kita bantu semua," kata Syahrizal kepada KBR, Senin (17/4/2017).

Baca juga:


Syahrizal menyebutkan di dua SD tersebut ada sekitar 200-an siswa. Mereka sementara diliburkan sampai gedung sekolah bisa digunakan kembali. Dinas Pendidikan juga masih mendata kerugian akibat bencana alam tersebut.

"Untuk besok Selasa kita perbolehkan para siswa bersekolah dengan apa adanya, tanpa seragam pun boleh. Kita tak mungkin melarang mereka belajar. Jadi tidak masalah mau pakaian apa saja tetap boleh," sambung Syahrizal.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat jumlah warga yang mengungsi akibat banjir di Kabupaten Aceh Tenggara mencapai 812 keluarga (sekitar 3.500 jiwa). Mereka kini ditampung di posko pengungsian di Mesjid Simpang Semadam dan Gereja Lawe Sigala-gala. Jumlah rumah terdampak banjir mencapai 336 rusak ringan, 171 rusak berat, belum termasuk tiga unit rumah ibadah turut rusak.

Bencana longsor dan banjir bandang terjadi pada Selasa (11/4/2017) petang. Banjir menerjang 14 desa di Kecamatan Semadam dan 13 desa di Kecamatan Lawe Sigala Gala. Selain itu, banjir juga melanda kawasan di Kecamatan Babu Makmur.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!