Razia Tamasya Almaidah, Polda Jabar: Jangan Ganggu Pilkada DKI, Kita Urus Warga Sediri

Penyekatan disertai razia, kata Yusri, dilakukan mengacu maklumat Kapolda Jawa Barat yang melarang warga Jawa Barat mengikuti Tamasya Almaidah maupun untuk pengamanan TPS.

Selasa, 18 Apr 2017 23:16 WIB

Polisi memeriksa mobil penumpang dan barang bawaan dalam razia di perbatasan Pantura, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (18/4/2017). Razia untuk mencegah masuknya peserta Tamasya Almaidah di Pilkada DKI. (Fo


KBR, Bandung - Kepolisian Daerah Jawa Barat menyekat hampir 40 titik jalur lalu lintas di perbatasan dan jalan tol yang mengarah ke Jakarta.

Juru bicara Polda Jawa Barat Yusri Yunus mengatakan penyekatan itu untuk menghadang masuknya kelompok yang hendak mengikuti Tamasya Almaidah pada hari pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta, putaran kedua, pada 19 April 2017.

Penyekatan disertai razia, kata Yusri, dilakukan mengacu maklumat Kapolda Jawa Barat yang melarang warga Jawa Barat mengikuti Tamasya Almaidah maupun untuk pengamanan TPS.

"Percayakan saja kepada TNI dan Polri untuk mengamankan Pilkada DKI Jakarta. Jangan ganggu DKI yang sedang mengadakan pesta demokrasi. Kita urus warga sendiri di Jawa Barat," kata Yusri Yunus kepada KBR melalui telepon, Selasa (18/4/2017).

Tamasya Almaidah digelar oleh kelompok pendukung calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Mereka berencana mengerahkan massa dari luar Jakarta untuk mendatangi TPS-TPS di Jakarta.

Menurut rencana, massa Tamasya Almaidah akan berkumpul di Masjid Istiqlal setelah penghitungan suara selesai dan menggelar takbir kemenangan.

Baca juga:


Puluhan titik itu berada di hampir semua kabupaten kota di Jawa Barat yang berbatasan dengan Jakarta, seperti Sukabumi, Cianjur, Ciamis, Purwakarta kilometer 88, Karawang, Tasikmalaya, Subang dan Kota Bogor.

Penyekatan itu, kata Yusri Yunus, dilakukan selama 24 jam hingga Kamis, 20 April 2017. Yusri mengatakan dari penyekatan itu, Polda Jawa Barat sudah menghadang antara 20 hingga 50 orang yang berkelompok hendak berangkat ke Jakarta. Mereka yang dicegat umumnya menggunakan kendaraan pribadi.

Yusri mengklaim keberhasilan penyekatan itu didukung oleh pengerahan seluruh anggota kepolisian kabupaten kota dengan melakukan pendekatan persuasif.

"Yang akan berangkat kami suruh kembali. Setelah diberikan pengertian, rata-rata mereka kembali ke Jawa Barat," ujar Yusri.

Yusri Yunus mengklaim penyekatan jalur lalu lintas itu tidak akan menghambat rutinitas warga Jawa Barat yang bekerja di Jakarta atau sebaliknya.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

DPR dan Pemerintah Belum Sepakati Definisi Teroris, Pembahasan RUU Terorisme Diperpanjang

  • Polda Kaltim Tetapkan Nakhoda Kapal Berbendera Panama Jadi Tersangka
  • Suciwati: Pak Jokowi, Mana Dokumen TPF Munir?
  • Abaikan Pergub, Dua Pelanggar di Lhokseumawe Dicambuk di Ruang Terbuka

Anda berencana ke luar negeri? Ingin beli oleh-oleh, tapi takut kena pajak? Pada 1 Januari 2018, pemerintah menerbitkan regulasi baru untuk impor barang bawaan penumpang dan awak sarana pengangkut.