Massa FUI Cilacap Bubar, Gagal Ikut Tamasya Almaidah

Rencana keberangkatan ke Jakarta juga terhalang oleh pengawasan ketat dari Kepolisian yang menyekat jalur keluar dari beberapa kabupaten di Jawa Tengah, seperti Brebes, Banyumas, Kebumen dan Cilacap.

Selasa, 18 Apr 2017 22:47 WIB

Ilustrasi. Ajakan Tamasya Almaidah yang dibuat para pendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. (Foto: Medsos/Twitter)


KBR, Cilacap – Rombongan ormas Forum Umat Islam (FUI) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah gagal berangkat mengikuti Tamasya Almaidah di Jakarta.

Ketua FUI Cilacap, Syamsuddin mengatakan massa FUI batal berangkat karena adanya maklumat bersama antara Kapolda Metro Jaya, KPU DKI dan Bawaslu DKI yang melarang pengerahan massa pada hari-H pencoblosan Pilkada DKI, pada Rabu, 18 April 2017.

Syamsuddin mengatakan massa dari FUI sebetulnya sudah menyiapkan rencana keberangkatan sejak Senin (17/4/2017) malam. Semula ada 40 orang yang akan berangkat ke Jakarta menggunakan bus. Menjelang hari keberangkatan, massa justru bubar karena banyak calon peserta mengundurkan diri.

Selain itu, kata Syamsuddin, rencana keberangkatan ke Jakarta juga terhalang oleh pengawasan ketat dari Kepolisian yang menyekat jalur keluar dari beberapa kabupaten di Jawa Tengah, seperti Brebes, Banyumas, Kebumen dan Cilacap.

Melihat kondisi itu, kata Syamsuddin, FUI pun menyarankan massa batal berangkat ke Jakarta.

"Yang sudah terlanjur berangkat sejak Senin hanya satu orang saja. Karena ada imbauan dari kepolisian, pada bubar. Saya katakan tadi, kalau tidak solid tidak usah berangkat," kata Syamsuddin di Cilacap, Selasa (18/4/2017) malam.

Tamasya Almaidah digelar oleh kelompok pendukung calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Mereka berencana mengerahkan massa dari luar Jakarta untuk mendatangi TPS-TPS di Jakarta.

Menurut rencana, massa Tamasya Almaidah akan berkumpul di Masjid Istiqlal setelah penghitungan suara selesai dan menggelar takbir kemenangan.
 
Baca juga:


Dari Bogor

Pada Selasa (18/4/2017) sore, sejumlah orang peserta Tamasya Almaidah mulai berdatangan dari luar Jakarta. Diantaranya massa dari Bogor, Jawa Barat.

Salah seorang diantaranya adalah Aini, perempuan asal Bogor yang datang menggunakan kereta melalui Stasiun Cikini, Jakarta. Rombongan Aini berjumlah 10 orang, termasuk anak, menantu dan tetangga peserta pengajian di Bogor.

Aini mengatakan akan mendatangi beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) di sekitar Salemba, Jakarta Pusat untuk memantau kemungkinan terjadinya kecurangan.

"Saya bersama yang lain datang ke Jakarta untuk ikut memantau Pilkada agar berlangsung jujur. Kita sebagai umat beragama kan harus saling mengingatkan agar tidak memilih yang salah," kata Aini, saat ditemui di sekitar Stasiun Cikini, Selasa (18/4/2017).

Aini belum tahu menginap dimana pada Selasa malam. Ia hanya mendapat kabar akan diajak menginap di rumah salah seorang teman yang mengajaknya ke Jakarta.

Aini berangkat dari Bogor dengan membawa bekal pakaian ganti dan makanan. Biaya perjalanan, kata Aini, menggunakan uang sumbangan dari beberapa anggota pengajian.

Penjagaan ketat sudah terlihat dilakukan di sekitar kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta di Jalan Salemba. Sekitar 10 mobil TNI terparkir di sisi Jalan. Sejumlah anggota TNI terlihat berjaga di sekitar kantor KPU.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1