Kronologi Serangan Air Keras, Novel Baswedan Teriak 'Panas, Panas'

"Suaranya nggak begitu jelas, mengerang. Kita pikir orang berantem atau kucing berantem awalnya," kata Ketua RT setempat, Wisnu Broto.

Selasa, 11 Apr 2017 14:35 WIB

Lokasi TKP teror penyiraman air keras pada Novel Baswedan di Jakarta Utara, Selas (11/4/2017). Terlihat warna putih bekas percikan air keras. (Foto: Dwi Reinjani/KBR)


KBR, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengalami serangan teror berupa penyiraman air keras secara tiba-tiba, pada Selasa (11/4/2017) pagi tadi.

Ketua RT setempat, Wisnu Broto (60) mengatakan kejadian berawal pada pagi sekitar pukul 05.10 WIB, ketika ia mendengar suara teriakan yang sangat keras minta tolong dari luar masjid. Tidak lama berselang Novel terlihat menuju arah masjid sambil memegangi wajahnya.

"Kita selesai salat Subuh, biasa ada zikir dulu. Tiba-tiba terdengar teriakan orang kesakitan. 'Tolong-tolong, panas-panas..!' Suaranya nggak begitu jelas, mengerang. Kita pikir orang berantem atau kucing berantem awalnya. Tiba-tiba dari arah luar ada yang teriak 'ini Pak Baswedan'. Kita berhamburan semua keluar," kata Wisnu, Selasa (11/4/2017).

Saat itu, cerita Wisnu, Novel yang masih dalam keadaan terhuyung berusaha menuju masjid untuk membasuh wajahnya, dibantu beberapa warga yang menyiraminya dengan air.

Novel tidak sempat pulang ke rumah, karena setelah kejadian itu ia diamankan di dalam masjid, kemudian dibawa ke rumah sakit dengan mobil pribadi milik tetangga.

"Dia nggak sempat pulang, karena begitu kejadian sepertinya dia balik arah menuju masjid. Dia sempat menabrak batang pohon di depan rumah saya, makanya di bagian pelipisnya itu memar," kata Wisnu.

Wisnu mengatakan beberapa hari lalu memang sempat terlihat orang mencurigakan menggunakan sepeda motor lalu lalang di sekitar perumahan tersebut. Namun ia tidak bisa mengidentifikasi jelas ciri-ciri orang mencurigakan tersebut.

Baca juga:


Salah seorang tetangga Novel, Sutrisno (55) mengatakan sebelum kejadian itu ia sempat melihat ada sepeda motor dikendarai dua orang penumpang berkeliling di sekitar tempat kejadian. Menurut Sutrisno, dua orang mencurigakan tersebut terlihat memiliki tubuh tinggi besar.

"Saya nggak tahu itu pelaku atau bukan. Tapi sekitar pukul empat pagi saya melihat ada sepeda motor dengan dua orang, yang satu pakai jaket hitam dan perawakannya itu tinggi besar, mondar mandir sekitar sini," ujar Sutrisno.

Setelah kejadian tersebut Novel dibawa menuju rumah sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading didampingi Ketua RT Wisnu dan tetangganya, Romli.

Wisnu mengatakan Novel dikenal memiliki sifat ramah dan bersahaja selama tinggal dan hidup bertetangga di perumahan Pegangsaan 2, jalan Deposit, Kelapa Gading Jakarta Utara.

"Ia dia itu bersahaja. Kalau ada di rumah pasti mengusahakan selalu salat berjamaah. Hanya biasanya dia langsung pulang karena dia harus langsung bersiap kerja, jadi biasa keluar masjid sendiri," kata Wisnu.

Di tempat kejadian perkara masih terlihat bercak putih korosif tumpahan air keras yang jatuh mengenai aspal. Selain itu ada beberapa barang bukti, seperti cangkir yang diduga digunakan untuk membawa air keras, serta sejumlah benda milik Novel Baswedan seperti pakaian, sandal dan kopiah putih.

Lokasi kejadian hanya berselang satu rumah dari rumah Novel Baswedan, serta sekitar tiga rumah dari masjid. Saat ini Novel Baswedan dirawat intensif di rumah sakit.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!