WNI Petinggi ISIS Tewas, Kemenlu Kesulitan Mengecek

"Karena tidak melaporkan diri, mereka tidak tercatat. Sehingga kita tidak bisa memverifikasi apakah mereka meninggal atau tidak,"

Rabu, 15 Mar 2017 14:37 WIB

Bahrumsyah alias Abu Muhammad al Indonesiy, Komandan ISIS Asia Tenggara. (Sumber: Youtube)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta-  Kementerian Luar Negeri  menyatakan kesulitan mendalami pemberitaan media asing terkait kabar tewasnya Bachrumsyah,  WNI yang menjadi komandan militan ISIS untuk Asia Tenggara. Bachrumsyah dikabarkan tewas dalam perjalanan menuju markas Angkatan Bersenjata Suriah karena mobil yang ditumpanginya meledak.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Armanatha Nasir mengatakan kesulitan karena WNI tak pernah melaporkan diri kepada KBRI.


"Tidak ada WNI yang keluar negeri berniat untuk bergabung kepada anggota kelompok teroris yang melaporkan diri kepada KBRI. Karena tidak melaporkan diri, mereka tidak tercatat. Sehingga kita tidak bisa memverifikasi apakah mereka meninggal atau tidak," kata Armanatha, Rabu (15/3).

Hingga hari ini, menurut Armanatha, tidak ada laporan dari pihak yang mengaku mengenal Bachrumsyah. Armanatha  menegaskan, keberangkatan ilegal seperti yang dilakukan Bachrumsyah menyulitkan proses verifikasi Kemenlu.

Bachrumsyah disebut sebagai komandan militan ISIS untuk Asia Tenggara. Dia sebelumnya menjadi pemimpin Mujahidin Indonesia Barat sebelum kemudian berangkat ke Suriah pada Mei 2014.

Isteri ketiga Bahrumsyah, Nia Kurniawati, termasuk satu dari 17 WNI yang dideportasi dari Turki setelah berupaya memasuki wilayah Suriah. Kini, Nia tengah menjalani program deradikalisasi di Jakarta.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Kuasa Hukum Kecewa Vonis Hakim dalam Kasus Spanduk Palu Arit

  • Dianggap Pendatang dan Tak Punya KTP, 700 Warga Lombok Barat Tak Punya Hak Pilih
  • Jutaan Umat Hindu Akan Hadiri Festival Sungai Gangga
  • Petenis Chung Hyeon Ternyata Punya Gangguan Mata

Padahal para pekerja di kedua jenis industri ini kerap dituntut bekerja melebihi jam kerja dan juga kreativitas yang tak terbatas.