Tanggul Pantai Jakarta, Menteri PUPR: Darurat

"Yang sudah kami kerjakan dengan Korea, sementara kalau dengan Belanda meneruskan tentang studi financing-nya. Tanggul yang dinyatakan darurat ada di Muara Kamal, Pluit, dan Kalibaru,"

Kamis, 09 Mar 2017 15:54 WIB

Ilustrasi: Pengembangan terpadu pesisir ibu kota (NCICD)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan akan merampungkan pengerjaan tanggul pantai sepanjang 20 kilometer, pada tahun ini. Menteri Pekerjaan Umum, Basuki Hadi Moeljono menjelaskan, saat ini institusinya tengah fokus merampungkan tanggul sepanjang 4,5 kilometer, yang berada di lokasi yang dianggap darurat. Lokasi tesebut meliputi Muara Kamal, Pluit, dan Kalibaru.

Bersaman dengan itu pula kata Basuki, Kementerian PU juga akan merampungkan studi kelayakan mengenai proyek tanggul laut alias giant sea wall, yang masuk dalam proyek pengembangan terpadu pesisir ibu kota negara (NCICD).

"Kami ditugaskan untuk merampungkan tanggul pantai sepanjang 20 kilometer yang sekarang sedang dikerjakan 4,5 kilometer. Kemudian, kami juga akan meneruskan feasibility study (studi kelayakan) yang sudah kami kerjakan dengan Korea, sementara kalau dengan Belanda meneruskan tentang studi financing-nya. Tanggul yang dinyatakan darurat ada di Muara Kamal, Pluit, dan Kalibaru," katanya.

Sementara itu, Kepala Unit NCICD Kementerian PU, Adang Saf Ahmad menimpali, studi kelayakan itu nantinya juga akan membahas mengenai sejumlah rekomendasi, termasuk soal dampak sosial dan mitigasi, terhadap pengerjaan tanggul laut.

"Cuma jangan dulu ditanya hal itu sekarang. Sebab belum rampung (proses FS-nya). Intinya studi kelayakan tanggul laut itu akan menentukan proyek reklamasi 17 pulau itu tetap dilanjutkan atau tidak," imbuhnya.

Uji Publik

Pemerintah tidak akan melakukan uji publik terkait rencana pemerintah membuat tanggul sepanjang 20 kilometer. Kata Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro, rencana pemerintah membuat tanggul sudah dikerjakan oleh Menteri PUPR sehingga tidak memerlukan uji publik.

"Apa uji publik untuk apa. Kita kan mau bikin tanggul pantai biasa yang sekarang sudah dibangun oleh PU sebagian," kata Bambang Brodjonegoro di Istana Kepresidenan, Kamis (9/3/2017).

Sebelumnya,Pemerintah akan mulai pembangunan tanggul di pantai utara DKI Jakarta sepanjang 20 kilometer, mulai tahun ini. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, pembangunan tanggul 20 kilometer itu merupakan hasil kajian Bappenas tentang pengembangan Teluk Jakarta.  Kata Bambang, pembangunan tanggul di pantai itu akan membantu mengurangi rob dan mencegah penurunan muka air tanah.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Penggantian Ketua DPR Dinilai Tak Perlu Tergesa-gesa

  • PKB: Keputusan Golkar Terkait Posisi Setnov Menyandera DPR
  • Mendagri: Usulan Tim Gubernur Anies Melebihi Kapasitas yang Diatur Undang-undang
  • Golkar Resmi Dukung Khofifah-Emil di Pilkada Jatim