Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berjalan untuk menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama di PN Jakarta Utara, Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (21/3). (Foto: Antara)


KBR, Jakarta- Tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama(Ahok) mengajukan 15 saksi ahli tambahan untuk dihadirkan ke persidangan. Salah satu kuasa hukum, I Wayan Sudiarta, mengatakan kelima belas orang itu merupakan saksi ahli di antaranya ahli hukum hingga gesture.

"Semua ahli. Dan itu akan membantu hakim. Kami tidak keberatan sidang sampai jam 12 malam. (Seminggu dua kali?) Kalau seminggu dua kali, kami tidak mampu karena mengumpulkan saksi-saksi ini tidak mudah," ujar Sudiarta, Selasa (21/3).

Meski begitu, belum ada kesepakatan antara kuasa hukum dan majelis hakim soal mekanisme persidangannya. Hakim menginginkan sidang tuntas dalam tempo 5 bulan sejak sidang pertama. Maka, hakim mengusulkan agar sidang dilaksanakan dua kali dalam seminggu.

Namun usulan tersebut ditolak oleh tim kuasa hukum. Mereka menginginkan diberi tambahan jadwal 3 sampai 4 kali persidangan untuk menghadirkan saksi-saksi tersebut. Sudiarta beralasan akan sulit menghadirkan saksi jika sidang diadakan dua kali dalam seminggu.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!