Saat Ahok Singgung Al-Maidah, Saksi Sebut Warga Justru Tertawa

Bambang mengatakan ia menyaksikan langsung acara di Pulau Pramuka tersebut. Bambang mengatakan tidak ada warga di sana yang mempermasalahkan pernyataan Ahok itu.

Selasa, 07 Mar 2017 20:36 WIB

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat menghadiri sidang kasus dugaan penodaan agama di PN Jakarta Utara, Selasa (7/3/2017). (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang menyinggung Almaidah 51 di Pulau Pramuka, Kabupaten Kepulauan Seribu ternyata tidak disambut warga dengan kemarahan, melainkan warga justru tertawa.

Keterangan itu disampaikan politisi Partai Golkar Bambang Waluyo Djojohadikusumo ketika bersaksi di sidang Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Dalam sidang yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan itu, Bambang mengatakan ia menyaksikan langsung acara di Pulau Pramuka tersebut. Bambang mengatakan tidak ada warga di sana yang mempermasalahkan pernyataan Ahok itu.

Bambang menambahkan warga di sana juga tidak ada yang membicarakan surat Al-Maidah lagi, setelah Ahok selesai berpidato.

"Pada waktu itu, konteksnya Pak Gubernur menyampaikan 'bahwa tidak usah khawatir, kalau Anda tidak mau memilih saya. Kita masih bisa program ini tetap berjalan, dan tetap bisa panen raya bersama'," kata Bambang kepada majelis hakim, Selasa (7/3/2017).

"Kok bisa membicarakan Almaidah?" tanya hakim.

"Yang saya tangkap, bahwa Pak Gubernur mengkhawatirkan ada upaya-upaya yang menakut-nakuti mereka untuk tidak memilih Pak Gubernur lagi. Jadi penekannya di orang, dan masyarakat tertawa mendengar itu," jawab Bambang.

Baca juga:


Bambang Waluyo Djojohadikusumo merupakan anggota Tim Pemenangan Ahok-Djarot pada Pilkada 2017. Ia mengatakan ikut ke Pulau Pramuka karena diajak Ahok. Ajakan itu disebabkan karena Bambang dianggap memahami budidaya ikan kerapu, karena sebelumnya pernah berbisnis ikan tersebut.

Dalam kesaksiannya, Bambang berujar, dalam acara peresmian budidaya kerapu itu, terjadi interaksi dua arah antara Ahok dan masyarakat. Warga Pulau Pramuka bahkan menyuguhkan sukun goreng pada Ahok, yang merupakan menu spesial untuk menghargai tamu

Bambang berkata, tak ada warga Pulau Seribu yang membicarakan surat AlMaidah ayat 51, saat Ahok selesai berpidato. Isu itu baru ramai dibicarakan selang dua pekan kemudian, saat mulai viral di media sosial karena diunggah Buni Yani.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Paripurna DPR Tetapkan Tujuh Anggota Komnas HAM

  • Polisi Masih Dalami Politikus Penyandang Dana Saracen
  • DKI Ubah Trayek Angkutan Umum demi Program OK-OTRIP
  • Tidak Ada Logo Palu Arit di Spanduk Yang Digunakan Warga Demo Tolak Tambang Emas