Rampungkan Pemetaan 2 Juta Lahan Gambut, BRG Gandeng MCA

Badan Restorasi Gambut menggandeng Millenium Challange Account-Indonesia (MCA-Indonesia) dalam memetakan lahan gambut di Indonesia.

Selasa, 07 Mar 2017 07:46 WIB

Badan Restorasi Gambut menggandeng Millenium Challange Account-Indonesia (MCA-Indonesia) dalam memetakan lahan gambut di Indonesia. Foto: Ade Irmansyah/KBR.


KBR, Jakarta - Badan Restorasi Gambut menggandeng Millenium Challange Account-Indonesia (MCA-Indonesia) dalam memetakan lahan gambut di Indonesia. Pasalnya menurut Kepala BRG, Nazir Foead, hingga saat ini pemetaan lahan gambut belum sesuai target yakni dua juta hektar. Karenanya, ia berharap kerjasama ini bisa mempercepat pemetaan lahan di sejumlah wilayah semisal Jambi dan Kalimantan Barat.

"Kita lihat setahun kemarin kita sudah memulai pemetaan dan basis perencanaan kita memang dari peta, tapi yang kita petakan baru beberapa lokasi. Sementara target kita mesti dua juta hektare dari bapak presiden. Nah dukungan dari MCA-I akan kita gunakan untuk melanjutkan kerja pemerataan yang belum tercover ditahun kemarin," ujar Kepala BRG, Nazir Foead kepada wartawan di Kantor BRG, Jakarta, Senin (6/3/2017).

"Jadi kita akan masuk di Jambi dan kalau ada kesempatan lagi akan masuk di tempat lainnya. Pemetaan ini penting, karena dengan hasil peta ini kita bisa dengan pasti merancang tindakan untuk lahan gambut terutama soal pembagian air," sambungnya.

Kepala BRG, Nazir Foead, menambahkan selain untuk pemetaan lahan gambut kerjasama ini juga terkait peningkatan kapasitas tim Restorasi Gambut di pusat dan daerah, portal pengetahuan tentang lahan gambut, dan dukungan bagi peneliti soal restorasi dan manajemen gambut.

"Jadi dukungan ini juga kami gunakan untuk pemetaan di beberapa wilayah yang belum tersentuh. Saya setuju kalau sustainability akan kita perhatikan, walaupun ini kerja hanya setahun. Kita berharap sampai akhir tahun 2020 masa kerja BRG, investasi ini bisa berguna bahkan hingga lebih dari tahun 2020 yang kemudian akan dialihkan kepada KLHK," ucapnya.

Di sisi lain, menurut Direktur Eksekutif MCA-Indonesia, Bonaria Siahaan, nilai investasi yang bakal dikucurkan oleh pihaknya dalam kerjasama ini senilai Rp53,4 Miliar. Kata dia, BRG juga akan terlibat dalam dukungan teknis untuk melakukan sekat kanal lahan gambut di Pulau Pisau Kalimantan Tengah, Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan, dan Wilayah Kubu Raya Kalimantan Barat.

"Pelibatan juga dilakukan dalam hal pembelajaran dan praktek cerdas dari pelaksanaan program desa peduli gambut dan model penanganan terpadu konservasi gambut proyek kemakmuran hijau MCA-Indonesia yang juga melibatkan masyarakat," tambahnya.




Editor: Quinawaty 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Ini Hasil Rapat Bamus DPR soal Perppu Ormas

  • Tim Arkeolog Sumba Berupaya Cetak Kerangka Situs 2800 Tahun
  • LN: Amerika Terapkan Sanksi Baru bagi Pendukung Korea Utara
  • OR: Di Tengah Ketakpastian Draxler Didekati Sejumlah Klub

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.