Makam Kena Longsor, Puluhan Jenazah di Banjarnegara Direlokasi

Pemindahan dilakukan secara bertahap. Hal itu disebabkan enazah sudah berupa tulang belulang, dan tak semuanya memiliki ahli waris di Desa Suwidak.

Kamis, 09 Mar 2017 15:00 WIB

Batu nisan berserakan di makam yang terkena longsor di Suwidak Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, Kamis (9/3/2017). (Foto: Pemdes Suwidak/Ridlo/KBR)


KBR, Banjarnegara – Para ahli waris jenazah yang dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Ngaliyan, Desa Suwidak, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah terpaksa merelokasi jenazah dari komplek pemakaman. Pemindahan jenazah terpaksa dilakukan karena area makam tergerus longsor.

Kepala Desa Suwidak, Arif Santosa mengatakan pemindahan dilakukan secara bertahap. Hal itu disebabkan enazah sudah berupa tulang belulang, dan tak semuanya memiliki ahli waris di Desa Suwidak.

Dalam catatan Kantor Desa Suwidak, setidaknya sudah ada sekitar 40-an jenazah yang sudah dipindahkan. Pemakaman desa itu sejauh ini menampung sekitar 500-an jenazah sejak puluhan atau ratusan tahun lalu.

Selain itu, kata Arif, Pemerintah Desa Suwidak juga sudah menghubungi para ahli waris untuk segera memindahkan jenazah dari area yang terancam longsor. Ia mengatakan setiap kali hujan deras turun mengguyur desa itu, area makam yang terkena longsor terus bertambah.

Longsor terjadi sejak 26 Februari lalu dan terus meluas hingga sekarang.

Saat ini, area yang sudah amblas mencapai 3.000 meter persegi. Sedangkan luas keseluruhan makam tersebut mencapai 9.000 meter persegi.

Meski pemerintah desa sudah menganjurkan agar jenazah dipindahkan ke Pemakaman Selatan, namun banyak keluarga yang memilih memindahkan jenazah keluarganya ke tanah pribadi.

"Kalau yang kena longsor, jenazah ada yang sudah mulai dipindah ke tanah pribadi. Ada tanah pemakaman yang lain, tapi katanya lebih senang ke tanah pribadi masing-masing, sesuai keinginan ahli warisnya," kata Arif Santosa, Kamis (9/3/2017).

Sejauh ini pemerintah desa belum berencana menganggarkan pembelian tanah untuk tempat pemakaman baru. Desa Suwidak masih memiliki tempat pemakaman lainnya yang terletak di Dusun Selatan.

Arif Santoso mengaku sudah melaporkan kasus longsor di pemakaman itu ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara. Namun, kata Arif, sejauh ini belum ada tanggapan dari BPBD.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Penggantian Ketua DPR Dinilai Tak Perlu Tergesa-gesa

  • PKB: Keputusan Golkar Terkait Posisi Setnov Menyandera DPR
  • Mendagri: Usulan Tim Gubernur Anies Melebihi Kapasitas yang Diatur Undang-undang
  • Golkar Resmi Dukung Khofifah-Emil di Pilkada Jatim