Indonesia Tunggu Realisasi Investasi Arab Saudi di NTB

Tim Percepatan 10 Destinasi Wisata Indonesia juga memastikan adanya kucuran dana hibah dari Bank Dunia untuk peningkatan infrastruktur di kawasan wisata Mandalika.

Kamis, 16 Mar 2017 15:32 WIB

Salah satu pesona keindahan wisata pantai di Mandalika, Lombok, NTB. (Foto: bumn.go.id/publik domain)


KBR, Jakarta - Pemerintah Indonesia menunggu realisasi rencana masuknya investasi dari Arab Saudi ke kawasan wisata pantai Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ketua Tim Percepatan 10 Destinasi Wisata, Hiramsyah Thaib mengatakan hingga saat ini belum ada kepastian soal rencana investasi tersebut.

"Belum. Sudah kunjungan, tapi mereka harus balik lagi, rapat lagi di internal mereka. Mudah-mudahan 1-2 bulan ke depan sudah bisa ada hasil baik, good news, kabar baik," kata Hiramsyah di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Maritim, Kamis (16/3/2017).

Rencana investasi Arab Saudi itu terungkap menjelang dan selama kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz ke Indonesia pada awal Maret lalu. Rencana investasi itu sudah dibicarakan antara perusahaan BUMN di bidang pariwisata, PT Indonesia Tourism Development Corporation (PT ITDC Persero) selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dengan delegasi Arab Saudi.

Baca juga:


Tim Percepatan 10 Destinasi Wisata Indonesia juga memastikan adanya kucuran dana hibah dari Bank Dunia untuk peningkatan infrastruktur di kawasan wisata Mandalika.

Jumlah dana hibah dari Bank Dunia total sekitar 200 juta dolar Amerika atau sekitar Rp2,6 triliun. Dana itu untuk pembangunan infrastruktur pariwisata di Mandalika Lombok, Borobudur Jawa Tengah dan Danau Toba Sumatera Utara.

Hiramsyah menargetkan kesepakatan hibah dari Bank Dunia itu bisa ditandatangani Juli tahun ini sehingga dana bisa cair di bulan berikutnya. Namun sambil berjalan, pemerintah tetap menyusun masterplan pembangunan infrastruktur pariwisata.

Menurut rencana, pada April mendatang pemerintah akan membuka kesempatan lelang proyek pembangunan itu. Hirmansyah mengatakan Singapura sudah melirik pembangunan infrastruktur pariwisata di Danau Toba. Dua minggu ke depan mereka akan kembali membahas terkait kemungkinan kerjasama ini.

"Rencananya (Bandara) Silangit (Sumatera Utara) pada April tahun ini akan diperpanjang landas pacu (runway) menjadi 2600 meter (dari sebelumnya 2400 meter), dan diharapkan di akhir tahun 2017 sudah bisa berstatus sebagai bandara internasional. Sehingga nanti bisa ada penerbangan langsung dari Singapura ke Silangit. Makanya Singapura minat. Toba kan pegunungan, danaunya, budayanya indah sekali yang memang dibutuhkan orang dari Singapura atau yang wisata ke Singapura dan ingin sesuatu yang beda," kata Hirmansyah.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Disebut Dukung HTI, Menpora Segera Panggil Adhyaksa

  • Diprotes Imvestor, Presiden Sentil 2 Menteri
  • KPPU: 5 Perusaah Atur Tata Niaga Beras di Sejumlah Provinsi
  • Indonesia Gandeng Azerbaijan Buat Pusat Pelayanan Terpadu

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.