DPRD Rembang Akan Belajar Pengelolaan Sampah ke Surabaya

DPRD mengusulkan jika Pemkab Rembang kewalahan menangani sampah, lebih baik pengelolaan sampah dilimpahkan ke pihak lain. Apalagi, cara itu sudah diterapkan di sejumlah daerah.

Jumat, 10 Mar 2017 16:30 WIB

Operator alat berat mengeruk sampah dan limbah cair di Rembang, Jawa Tengah. (Foto: Musyafa/KBR)


KBR, Rembang - Pengelolaan sampah di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah menuai sorotan karena dianggap banyak masalah.

DPRD Rembang, Jawa Tengah mendesak pemerintah kabupaten untuk mengkaji pengelolaan sampah diserahkan kepada pihak ketiga.

Anggota DPRD Rembang, Sukarmain mengatakan keluhan pengelolaan sampah teru bermunculan. Mulai dari gangguan polusi bau, pencemaran limbah hingga keterbatasan lahan penampungan sampah. Sukarmain mengatakan jika Pemkab kewalahan menangani sampah, lebih baik pengelolaan sampah dilimpahkan ke pihak lain. Apalagi, saat ini ada sejumlah daerah sudah memberlakukan cara itu dan hasilnya cukup bagus.

"Kami Komisi A berencana untuk studi banding ke Surabaya, karena di sana pengelolaan sampahnya sudah luar biasa bagus. Di tempat lain, kemarin seperti di daerah Yogjakarta, terkait dengan TPA yang sudah tidak lagi ditangani Pemkab, tapi dipihak ketigakan. Ternyata hasilnya luar biasa dan begitu dikelola pihak ketiga ternyata lebih bagus," kata Sukarmain kepada KBR, Jumat (10/3/2017).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang, Purwadi Samsi mengatakan selama ini pengelolaan sampah di daerah itu ditangani Dinas Pekerjaan Umum. Setelah itu, baru dua bulan terakhir penanganan sampah dialihkan ke Dinas Lingkungan Hidup.

Purwadi meminta diberi kesempatan, untuk melakukan berbagai perbaikan dalam penanganan sampah. Ia mencontohkan saat ini bakā€“bak penampungan limbah cair sudah dikeruk. Sedangkan untuk mengatasi keterbatasan lahan, Purwadi berencana memperluas area pembuangan sampah.

Purwadi mengatakan belum ada menyerahkan pengelolaan sampah ke pihak di luar pemerintah Kabupaten Rembang.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

Hakim Sunarto Terpilih sebagai Wakil Ketua MA Non-Yudisial

  • Polres Solo Buru Puluhan Orang Penganiaya yang Menewaskan Suporter Persebaya
  • Dinas Rahasia Amerika Tangkap Pria Bersenjata dekat Kantor Perwakilan Iran
  • Cal Crutchlow: Saya Bukan Pebalap Medioker

Anda berencana ke luar negeri? Ingin beli oleh-oleh, tapi takut kena pajak? Pada 1 Januari 2018, pemerintah menerbitkan regulasi baru untuk impor barang bawaan penumpang dan awak sarana pengangkut.