Bertemu Chaebol, Jokowi Minta Peningkatan Investasi

"Saya mengundang Anda untuk ke tahap selanjutnya dalam industri kreatif dan industri pariwisata. Kami membuat revolusi industri seperti artificial intelligence, robot, drone,"

Selasa, 14 Mar 2017 10:44 WIB

Ilustrasi: Presiden Joko Widodo sedang berbincang dengan Presiden Park Geun-hye saat lawatan ke negeri gingseng pada 16 April 2016. (Foto: Antara)


KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo memanfaatkan acara Indonesia-Korea Business Summit untuk mempromosikan peluang investasi Indonesia kepada  konglomerat (Chaebol) asal Korea Selatan. Jokowi mengatakan, Korea Selatan sudah banyak menanamkan investasinya di Indonesia. Namun dia meminta agar ada peningkatan investasi yang sekarang ini sedang menjadi prioritas seperti pembangunan infrastruktur listrik dan jalan tol.

Selain itu, Presiden Jokowi juga meminta agar ada investasi dalam bidang teknologi lainnya seperti investasi robot, kendaraan pintar dan juga bioteknologi serta industri kreatif lainnya.

"Saya mengundang Anda untuk ke tahap selanjutnya dalam industri kreatif dan industri pariwisata. Kami membuat revolusi industri seperti artificial intelligence, robot, drone, mobil pintar, bioteknologi," jelas Presiden Joko Widodo dalam forum pertemuan pengusaha Korea Selatan di Jakarta, Selasa (14/3/2017).

Joko Widodo menambahkan, investasi Korea di Indonesia menyerap sekitar 900 ribu tenaga kerja. Presiden berharap ada peningkatan investasi. Karena   perusahaan-perusahaan Korea Selatan telah memberi kontribusi mencapai 71% dari total investasi selama lima tahun terakhir sebesar USD 7,5 miliar.

Dalam pertemuan hadir para chaebol di perusahaan-perusahaan papan atas Korea Selatan seperti Sohn Kyung-Shik (Chairman C! Group), Chung Jin Haeng (President of Hyundai Motor Group), Cho Yangho (Chairman Korean Air), Kwon Ohjoon (Chairman Posco), JK Shin (President Samsung),  Icon Kim (Chairman and CEO Ssangyong E&C), Park Jin Soo (CEO LG Chem) maupun Lee Soo-Man (Chairman 5M Entertainment Group).

Dalam kegiatan yang juga dihadiri oleh lebih 500 peserta tersebut juga ditandatangani Nota Kesepahaman promosi investasi antara Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan Korea Trade and Investment Agency (Kotra).


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.