Protes Jalan Rusak, Warga Aceh Utara Blokir Jalan

"Warga memblokir jalan, karena tak pernah ditanggulangi kerusakannya atau tak dibangun. Sehingga, mereka menutupnya bagi kendaraan,”

Senin, 12 Feb 2018 11:49 WIB

Protes jalan rusak Warga Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara blokir jalan, Senin (12/02). (Foto: KBR/Erwin J.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Aceh Utara– Warga memblokir jalan di sejumlah titik di beberapa  kecamatan di Kabupaten Aceh Utara. Jalur lintas antar desa itu ditutup, karena rusak dan  tak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah daerah.

Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Aceh Utara, Mawardi jalan rusak berlubang  dan berlumpur menyulitkan  pengguna jalan.

”Kita menyikapi apa yang dilakukan oleh masyarakat itu memang lumrah. Capeknya mereka dengan kondisi pembangunan di sini. Ini adalah bagian daripada membangun daerah ini yang kondisi keuanganya defisit, sehingga ada beberapa jalan di Aceh Utara yang sangat-sangat rusak sekali,” kata Mawardi kepada KBR, Senin (12/2).



Ia mendesak, Pemkab Aceh Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera berupaya mencari solusi mengatasi permasalahan tersebut. Menurutnya, walaupun Pemda sedang mengalami defisit anggaran dapat diupayakan melalui bantuan Pemprov Aceh dan Pemerintah Pusat.

”Hasil evaluasi warga memblokir jalan, karena tak pernah ditanggulangi kerusakannya atau tak dibangun. Sehingga, mereka (masyarakat-red) menutupnya bagi kendaraan,” tuturnya.

Ia menambahkan, selain rusak akibat dimakan usia banyak juga badan jalan yang terkelupas akibat sering dilalui kendaraan yang bermuatan berat atau over kapasitas. Terutama, mobil pengangkut galian C, batu gajah, sawit, dan lainnya.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".