Jelang Imlek, Harga Bawang Merah Anjlok

Harga bawang turun lantaran banyaknya pasokan dari sentra penghasil bawang merah, seperti Brebes dan Tegal. Di musim penghujan, bawang merah tidak bisa dikeringkan maksimal sehingga tak bisa awet.

Kamis, 08 Feb 2018 14:14 WIB

Petani menjemur bawang merah di Kediri, Jawa Timur, Selasa (16/1/2018). Cuaca buruk membuat proses pengeringan bawang terkendala hingga menyebabkan harga jual bawang anjlok. (Foto: ANTARA/Prasetia Fauzani)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Cilacap – Sepekan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2569 (Kalender Kongzili), harga bawang merah di Pasar Tradisional Cinangsi, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah justru makin anjlok.

Pekan lalu harga bawang merah masih berada di kisaran Rp16 ribu per kilogram. Namun pekan ini harga turun menjadi Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram bergantung kualitas bawang.

Seorang pedagang sayur di Cilacap, Tika mengatakan sejak sebulan lalu, harga bawang merah bahkan telah turun hingga Rp8 ribu per kilogram.

Harga bawang turun lantaran banyaknya pasokan dari sentra penghasil bawang merah, seperti Brebes dan Tegal. Di musim penghujan, bawang merah tidak bisa dikeringkan maksimal sehingga tak bisa awet. Selain itu kualitasnya pun tak bisa bagus.

Selain bawang merah, harga sayur lainnya juga turun, seperti tomat, kangkung, kacang panjang dan welok (labu siam). Namun, harga sayuran ini turunnya tidak terlalu banyak seperti yang terjadi pada bawang merah.

"Kemarin bawang Rp 16 ribu. Sekarang turun ada yang Rp15 ribu atau Rp14 ribu per kilogram, tergantung penjualnya kasih berapa. Kalau bawang merah sekarang lagi gampang stoknya. Bawang merah kayaknya sedang anjlok banget. Mungkin karena lagi panen, lagi banyak, jadi harga-harga anjlok," kata Tika, di Cilacap, Kamis (8/2/2018).

Berbeda dengan harga bawang merah yang turun, harga cabai di pasaran justru naik. Harga cabai rawit merah dihargai antara Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram, atau naik sekitar Rp10 ribu dibanding bulan lalu.

"Kalau cabai ada yang Rp 40 ribu ada yang Rp 50 ribu per kilogram," kata Tika.

Naiknya harga cabai diperkirakan karena pasokan cabai yang berkurang karena tingginya curah hujan. Akibatnya, hasil panen petani cabai tidak begitu bagus.

Dari pantauan KBR, harga beras kualitas medium di Banyumas dan Cilacap mulai turun. Sejak akhir pekan lalu, harga beras turun dari Rp13 ribu per kilogram menjadi Rp11 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram. 

Penurunan harga beras disebabkan semakin stabilnya pasokan beras dari pengusaha. Sejumlah wilayah sentra padi di Banyumas dan Cilacap telah mulai panen.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".