Beras Penyumbang Terbesar Inflasi Januari

Selain bahan makanan, komponen lain juga memengaruhi inflasi di antaranya kenaikan harga rokok kretek filter. Ini dipicu oleh kenaikan tarif cukai rokok yang diberlakukan 1 Januari 2018.

Kamis, 01 Feb 2018 15:19 WIB

Warga membeli beras murah saat operasi pasar di Kediri, Jawa Timur, Kamis (1/2/2018). (Foto: ANTARA/Prasetia Fauzani)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulan Januari 2018 sebesar 0,62 persen. Penyumbang terbesar inflasi adalah harga bahan makanan terutama beras.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, selain bahan makanan, komponen lain juga memengaruhi inflasi di antaranya kenaikan harga rokok kretek filter. Ini dipicu oleh kenaikan tarif cukai rokok yang diberlakukan 1 Januari 2018. 

Inflasi Januari 2018 lebih rendah ketimbang inflasi Januari 2017 yang mencapai 0,97 persen. Namun, inflasi Januari tahun ini lebih tinggi dibandingkan Januari 2016 yang mencapai 0,51 persen.   

"Komoditas apa saja yang memberikan andil atau sumbangan inflasi pertama? Yang pertama paling besar, tentunya sudah bisa diprediksi harga beras. Itu merupakan penyumbang terbesar inflasi pada bulan Januari 2018, di mana andil dari beras ini sebesar 0,24 persen. Disusul daging ayam ras 0,07 persen, ikan segar 0,05 persen, cabe rawit 0,04 persen, cabe merah 0,03 persen. Juga ada beberapa komoditas, sayuran dan buah-buahan 0,01 persen," kata Suhariyanto di kantor BPS Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Baca juga:

Dari 82 kota di Indonesia, tercatat sebanyak 79 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi. 

Inflasi tertinggi terjadi di Bandar Lampung sebesar 1,42 persen, inflasi terendah sebesar 0,04 persen terjadi di Tangerang. 

Adapun, kota yang mengalami deflasi tertinggi yakni Jayapura sebesar 1,12 persen, dan deflasi terendah di Meulaboh, Aceh sebesar 0,14 persen.

"Khusus untuk Jayapura mengalami deflasi karena ada deflasi angkutan udara yang lumayan tajam, yaitu angkutan udara dari Jayapura ke Makasar," ujar dia.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.