Pengurus NPCI Jabar Dituding Potong Dana Atlet Peparnas

"Potongan sama sekali tidak ada ada dalam aturan organisasi. Meskipun dalam Raker pengurus jika itu ada, maka hal itu sangat menyalahi,"

Jumat, 17 Feb 2017 19:45 WIB

Juru bicara Kelompok Penyelamat National Paralimpic Comitee Indonesia (NPCI), Yudi Yusfar, memberikan keterangan kepada jurnalis, Jumat (17/2) terkait potongan ilegal uang insentif dan bonus atlet Pep

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Bandung- Kelompok Penyelamat National Paralimpic Comitee Indonesia (NPCI) menuding pengurus NPCI Jawa Barat memotong sebesar 10 persen uang insentif atlet peserta Pekan Paralimpik Nasional  (Peparnas) 2016 lalu.

Potongan di antaranya untuk uang saku atlet sebesar Rp 2 juta, serta uang honor pengurus  Rp 2 juta per orang. Menurut juru bicara Kelompok Penyelamat  NPCI  Yudi Yusfar mengatakan,   uang bonus atlet yang meraih medali  juga dipotong.

"Potongan sama sekali tidak ada ada dalam aturan organisasi. Meskipun dalam Raker pengurus jika itu ada, maka hal itu sangat menyalahi," ujar Yudi Yusfar di Bandung, Jumat (17/2).

Juru bicara Kelompok Penyelamat National Paralimpic Comitee Indonesia (NPCI) Yudi Yusfar mengatakan, potongan uang bonus atlet yang paling besar dialami cabang olahraga atletik karena meraih medali sebanyak 70 orang. Yudi menjelaskan, potongan ilegal itu dilakukan sejak 1 Januari 2016 sebelum Peparnas berlangsung. Sedangkan untuk potongan uang bonus dilakukan sesudahnya.

Kata Yudi, sebagian  pengurus pernah mempertanyakan potongan uang untuk atlet itu kepada Ketua NPCI Jawa Barat. Namun bukan penjelasan yang diperoleh mereka, tetapi surat pemecatan dari jabatan. Hal itu dia alami  dan dua rekan lainnya.

Sementara itu atlet renang kontingen Jawa Barat, Ilham Kholiq, mengaku kisruh uang insentif dan lainnya itu sudah terlihat saat dilakukannya pemusatan latihan. Saat itu dia menanyakan, keberadaan sajian makanan usai latihan yang tinggal nasi dan kuah tanpa dibarengi dengan lauk pauk.

"Pertanyaan itu malah dianggap saya sebagai atlet yang memicu tidak kondusifnya Cabor renang dan diancam tidak boleh mengikuti kegiatan olahraga apapun selama dua bulan berturut-turut," jelas Ilham.

Kelompok Penyelamat National Paralimpic Comitee Indonesia (NPCI) menegaskan, bahwa seluruh potongan uang insentif dan bonus itu dilakukan dengan intimidasi dan ancaman pemecatan serta penjatuhan sanksi tidak boleh bertanding dalam jangka waktu yang belum ditentukan. Hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan dari pengurus NPCI Jawa Barat.

Pada Peparnas 2016 lalu, kontingen Jawa Barat menjadi juara umum dengan meraih 355 medali dengan rincian 177 medali emas, 104 perak dan 74 perunggu.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Aparat Keamanan Dicurigai Selundupkan Pendulang Emas ke Kawasan Freeport

  • Belasan Bagang Ikan di Perairan Ambalat Dirusak Gelombang
  • Myanmar-Bangladesh Sepakat Repatriasi Pengungsi dalam Dua Bulan
  • Kasus Perkosaan, Eks Pemain AC Milan Robinho Dihukum Penjara

Guna mengembangkan dan mengapresiasi Organisasi Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan "Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi 2017"