Kunjungi Nauru, Agar Tak Dukung Kemerdekaan Papua?

"Kita punya beberapa dukungan pembangunan buat Nauru apakah dalam bentuk kerjasama ekonomi,"

Kamis, 25 Jan 2018 11:22 WIB

Ilustrasi: Aksi desak referendum di Papua. (Foto: KBR/Arie N.)

KBR, Jakarta- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto akan mengunjungi Rapublik Nauru bulan ini.  Kedatangan Wiranto menurut Wakil Menteri Luar Negeri Mohammad Fachir atas undangan dari Presiden Nauru Baron Waqa untuk menghadiri 50 tahun kemerdekaan negara itu.

Selain itu, menurutnya, Wiranto juga akan membicarakan kemungkinan peningkatan kerjasama di antara Indonesia dengan negara yang berjarak 500 kilometer dari Papua itu.

"Tentu kita punya beberapa dukungan pembangunan buat Nauru apakah dalam bentuk kerjasama ekonomi, capacity building. Nanti juga ada beberapa bagian (lain) akan disampaikan pada kesempatan ini," ujar Fachir di kantor Kemenkopolhukam, Rabu (24/1).

Dia membantah bantuan yang ditawarkan   sebagai   imbalan politik agar Nauru tidak mendukung kemerdekaan Papua. Maret tahun lalu, Nauru merupakan satu dari tujuh negara Pasifik yang mendorong PBB menyelidiki dugaan meluasnya pelanggaran hak asasi manusia di Papua. Namun Desember 2017, saat berkunjung ke Indonesia, Presiden  Baron Waqa seperti disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa Nauru mendukung pemerintah Indonesia.

"Nauru mendukung kita. Mendukung NKRI. Saya tidak melihat ada permasalahan dengna Nauru. Bahwa kemudian dia mem-backup kita, itu saya pikir karena memang didasarkan pada prinsip pengakuan terhadap otoritas Indonesia, sekaligus tidak mencampuri urusan dalam negeri," jelas Fachir.


Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.