Anggota dan Staf Bawaslu NTB Jalani tes Urine

Pemeriksaan urine itu dilakukan agar lembaga Bawaslu bersih dari penyalahgunaan narkotika, terlebih lagi saat ini tahapan pilkada 2018 sudah mulai dijalankan.

Rabu, 24 Jan 2018 22:58 WIB

Ilustrasi. (Foto: tribratanews.polri.go.id/Publik Domain)

KBR, Mataram - Seluruh pimpinan, anggota dan pegawai atau staf Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjalani tes pemeriksaan urine pada, Rabu (24/1/2018). 

Petugas dari Badan Narkotika Nasional (BNN) NTB memeriksa satu demi satu sampel urine milik semua anggota dan staf Bawaslu.

Ketua Divisi Pengawasan Bawaslu NTB, Itratif mengatakan pemeriksaan urine itu dilakukan agar lembaga Bawaslu di berbagai tingkatan bersih dari penyalahgunaan narkotika, terlebih lagi saat ini tahapan pilkada 2018 sudah mulai dijalankan.

Itratif menambahkan kegiatan pengawasan pilkada serentak akan menguras energi yang tak sedikit. Karena itu, jika ada staf Bawaslu terlibat penyalahgunaan narkoba, akan sangat mempengaruhi kinerja pengawasan dalam Pilkada 2018.

Bawaslu NTB, kata Itratif, juga memastikan akan memberikan sanksi tegas jika ada pegawai terlibat penyalahgunaan narkoba.

"Sebentar lagi kita akan menghadapi pilkada serentak. Sebelum kita menghadapi situasi yang kompleks, sejak awal kita lakukan pencegahan terhadap penurunan kinerja, yang mungkin bisa dipengaruhi misalnya oleh staf kita yang menyalahgunakan narkoba," kata Itratif, di Mataram, Rabu (24/1/2018).

Sebetulnya seluruh anggota Bawaslu tingkat kabupaten kota yang terpilih saat ini sudah dinyatakan bersih dari penyalahgunaan narkoba, karena itu merupakan salah satu syarat mengikuti seleksi anggota Bawaslu. 

Namun, untuk staf Bawaslu di tingkat kabupaten/kota belum pernah menjalani tes urine. Begitu juga pengawas di tingkat kecamatan maupun stafnya, belum pernah mengikuti tes uji narkoba.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.