Merasa Marah Dan Ingin Hancurkan Barang? Datang Saja ke Kafe Ini

Ada ruang berbeda untuk setiap jenis keluhan.

Senin, 20 Nov 2017 10:53 WIB

Di Kafe Bhadas di India, Anda bisa melampiaskan kemarahan dan frustasi dengan menghancurkan barang-b

Di Kafe Bhadas di India, Anda bisa melampiaskan kemarahan dan frustasi dengan menghancurkan barang-barang. (Foto: Shuriah Niazi)

Pernahkah Anda merasa sangat marah dan frustrasi sehingga ingin menghancurkan sesuatu? Kebanyakan dari kita mungkin mengetahui soal perasaan ini dan biasanya mencoba menemukan cara lain untuk mengatasi emosi ini.

Tapi sekarang ada tempat di mana Anda bisa melakukannya. Di sebuah kafe di India, Anda bisa melampiaskan kemarahan dengan memecahkan berbagai barang. Dari Madhya Pradesh, kita simak laporan yang disusun Shuriah Niazi berikut ini.

Saya sedang berada di Kafe Bhadas di kota Indore. Di sini banyak benda beterbangan. Para tamu melempar berbagai barang dengan segenap kemampuan mereka. 

Ada juga yang memakai pemukul kayu untuk menghancurkan meja, kursi, mesin cuci, lemari pakaian, lemari, hingga lemari es. Saat menghancurkan barang-barang, mereka kerap berteriak dan menjerit.

Dalam melakukan aksinya, pengunjung kafe unik ini dilengkapi helm dan alat pengaman lain agar tidak terluka.Jagriti yang berusia 20 tahun datang kemari untuk melampiaskan amarahnya pada pacarnya yang cuek. 

“Kami biasa pergi bersama, ngobrol di telepon dan menikmati banyak hal. Tapi sekarang sudah tidak lagi. Jika saya minta bertemu, dia banyak alasan,” kata Jagriti.

Kemudian dia mendengar tentang Kafe Bhadas.

“Saya datang kemari untuk menyingkirkan perasaan tidak nyaman, perasaan agresif saya terhadap pacar. Sekarang saya merasa jauh lebih baik,” tuturnya.

Ada banyak alasan mengapa orang-orang berkunjung kemari. Ada yang marah dengan atasan mereka atau marah dengan keluarga, teman, atau rekan kerja. Dan ada ruang berbeda untuk setiap jenis keluhan.

Jika Anda terganggu dengan pasangan Anda atau mengalami masalah rumah tangga di rumah, Anda bisa menghancurkan barang-barang rumah tangga, peralatan dapur dan sejenisnya.

Bagi yang menyimpan dendam terhadap bos atau teman kantor, ada ruangan yang ditata seperti kantor. Di sana tamu bisa menghancurkan meja, kursi, dan lemari.

Vikas Rajoria adalah seorang eksekutif. Dia merasa muak dengan atasannya dan datang ke kafe ini untuk mencari penghiburan.

“Jika atasan saya memberi 10 pekerjaan dan saya menyelesaikan sembilan diantaranya, dia akan mengejek saya karena satu pekerjaan yang tidak selesai itu. Dia tidak akan menghargai sembilan lainnya. Meski bekerja keras dan tekun, saya merasa lalai. Saat di kantor saya merasa marah tapi saya tidak bisa merusak apapun di sana. Tapi di sini, saya bisa. Saya ingin menghancurkan barang-barang dan perabotan kantor,” tutur Vikas Rajoria.

Di sini Anda bisa menghancurkan TV, laptop, komputer, meja kerja, atau barang pecah belah ... asalkan Anda membayarnya saat pergi dari situ. Dan ada bagian terpisah bagi mereka yang ingin menangis, menjerit atau berteriak.

Pendiri kafe, Atul Malik Ram, sudah lama tahu bagaimana rasanya terbebani oleh emosi.

“Waktu kecil, ibu memukul saya kalau tidak mau makan makanan yang tidak saya sukai. Sementara ayah saya bisa marah untuk hal sepele. Ketika sudah besar dan mulai bekerja, bos saya sering tidak puas dengan pekerjaan saya. Sekarang saya menjalankan bisnis sendiri tapi karyawan saya tidak selalu rajin. Ini membuat saya frustrasi. Yang saya maksud adalah kita tidak bisa melepaskan diri dari kemarahan dan frustrasi di setiap tahap kehidupan kita,” kisah Atul Malik Ram.

Dan Atul pun datang dengan ide yang tidak biasa ini, mengubah sebuah kafe menjadi tempat pelampiasan amarah tanpa menyakiti siapapun.

“Tidak peduli Anda seorang bos atau karyawan, anak kecil atau orang dewasa, rasa marah bisa muncul dari berbagai situasi setiap hari. Saya orang biasa dan banyak orang seperti saya. Maka saya memutuskan untuk melakukan sesuatu untuk membantu orang lain menyingkirkan kemarahan mereka. Dan Kafe Bhadas hadir untuk itu.”

Kafe itu menarik banyak pengunjung setiap hari. Dan bagi yang telah melampiaskan semua kemarahan mereka dan hanya ingin bersantai, di sini juga bisa. Ada ruang untuk membaca buku dengan damai, mendengarkan musik, menyeruput teh, melukis, atau bermain game.

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Bamus Tunda Penggantian Setnov

  • Hoaks 8 Penyakit Tak Ditanggung BPJS Resahkan Warga Bengkulu
  • Salah Sasaran, Puluhan Ribu Penerima PKH Dihapus
  • Koresponden Asia Calling di Pakistan Terima AGAHI Award

PLN menggenjot pemerataan pasokan listrik dari Indonesia bagian barat hingga Indonesia bagian timur