Lavanaya bersama teman-temannya. (Foto: Jasvinder Sehgal)

Lavanaya bersama teman-temannya. (Foto: Jasvinder Sehgal)

Warga membebaskan burung-burung yang ada di sangkar pada Hari Kebebasan Burung yang dirayakan di Jaipur India, awal September ini. 

Diperkirakan ada 10 ribu jenis burung di dunia dimana 12 persen diantaranya hampir punah.

Di taman Jaipur, burung-burung berkicau dan bertengger di atas pohon.

Avinash Kumar ada di sini bersama temannya. Mereka baru saja melepaskan burung yang selama ini tinggal dalam sangkar. 

“Sangkar iu seperti penjara bagi burung yang ingin terbang bebas. Jadi saya melepaskan mereka. Saya tidak bisa menjelaskan bahasa tubuh mereka tapi setiap burung sangat bersemangat ingin dibebaskan,” kata Avinash.

Ini adalah perayaan Hari Kebebasan Burung yang kedua, sebuah acara tahunan yang mengkampanyekan pembebasan burung-burung yang berada di sangkar.

Ratusan burung merpati dan burung cici merah atau burung penjahit dilepaskan dari sangkar tahun ini. 

Pengagas acara ini Vipin Kumar Jain mengaku mengadakan perayaan ini karena pengalaman pribadinya, terperangkap dalam lift. 

“Dalam lift saya menyadari rasa sakit yang dirasakan burung. Burung yang dikurung menghabiskan hidupnya dalam penjara. Kalau kita bisa mengeluh tapi burung tidak. Kami ingin menyebarkan kesadaran untuk tidak mengurung burung dalam sangkar,” ungkap.

13 persen dari total jenis burung di dunia ada di India dan 42 jenis diantaranya endemis.

Pada Mei lalu, Pengadilan Tinggi Delhi menyatakan burung punya hak untuk terbang bebas di udara dan seharusnya tidak dikurung.

Pengamat burung Suraj Ziddi menjelaskan mengapa kita harus menjaga burung agar tetap hidup. 

“Burung-burung yang indah adalah bagian dari lingkungan ekologi. Burung tidak mengenal batas-batas politik. Burung adalah petani terbaik; mereka makan buah-buahan dan membuang biji dari makanannya di tempat lain. Burung menciptakan keragaman bagi alam, perbaikan lingkungan, dan kehidupan liar,” kata Suraj.

Lavnaya yang baru berusia lima tahun sedang memperhatikan burung-burung. Dia pun berjanji untuk melindungi burung.

“Hari ini saya belajar kalau burung tidak seharusnya tinggal dalam sangkar. Kita tidak boleh menganggu mereka. Semua anak juga harus belajar cara menyelamatkan burung-burung itu,” kata Lavnaya. 

 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!